kesalahan dalam menerjemahkan
Sejarah dunia khususnya Perang Dunia ke-2 (PDII) sudah pernah kita pelajari sebelumnya dari mulai SD sampai SMP. Tapi tahukah para pembaca yang mulia, jika pemboman di Hiroshima dan Nagasaki akibat salah terjemahan?
Peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945 terjadi karena kesalahan terjemahan. Pada Juli 1945, Amerika Serikat menerbitkan postdam declaration yang berisi tentang pilihan yaitu Jepang harus menyerah tanpa syarat atau akan diserang dengan kekuatan yang menghancurkan secara total.
Jepang yang saat itu benar-benar terdesak, mengeluarkan pernyataan balasan berisikan “untuk sementara tidak ada komentar, kami akan memikirkan tawaran tersebut”. Celakanya, pernyataan “no comment” perdana menteri Jepang saat itu, Kantaro Suzuki yang diucapkan dalam bahasa Jepang “mokusatsu” diterjemahkan menjadi “kami tidak akan memperdulikan ultimatum sampah itu” oleh ahli bahasa dari Jerman saat itu. Seharusnya Penerjemah tersebut harus melihat situasi pada saat itu bukan hanya sekedar menerjemahkan kata saja. Akibat kesalahan terjemahan ini, Presiden Harry Truman marah dan 10 hari setelah pernyataan tersebut dikeluarkan, Hiroshima rata dengan tanah disusul Nagasaki 3 hari kemudian.
Kesalahan pemilihan arti ketika menerjemahkan akan sangat fatal akibatnya pada level yang berbeda-beda. Menurut Torikai Kumiai, ahli penerjemahan Jepang, mungkin memang dalam bahasa Jepang pun arti “mokusatsu” memiliki dua arti yang aimai (bermakna bias) yakni “menolak” dan “tidak mau berkomentar dulu atau ingin berdiam diri sejenak”.
Menerjemahkan itu bukanlah suatu yang mudah dengan hanya mengartikan kata demi kata, tapi juga harus memperhatikan aspek-aspek di luar itu, seperti melihat konteks, sikap penutur, dan lain-lain. Bayangkan dampak kesalahan terjemahan mengakibatkan ribuan manusia cacat, luka, bahkan meninggal.
Analisis kesalahan merupakan bidang kajian yang masuk dalam payung linguistic terapan. Kajian ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi para guru bahasa, karena hasil penerapan analisis kesalahan dimanfaatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar bahasa, baik untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat pembelajar maupun untuk membantu guru
menyusun strategi pembelajaran yang tepat.
Brown (via Sanal, 2008) mendefinisikan analisis kesalahan (error analysis) sebagai ”the
fact that learners do make errors and thes errors can be observerd, analysed and classified to reveal some thing of the system operating within the learner led to a surge of study of learners’errors called ‘error analysis”. Senada dengan itu Ruru dan Ruru (via Pateda, 1989) berpendapat bahwa analisis kesalahan adalah suatu teknik untuk mengidentifikasikan, mengklasifikasikan dan menginterpretasikan secara sistematis kesalahan-kesalahan yang dibuat
oleh si terdidik yang sedang belajar bahasa asing atau bahasa kedua dengan menggunakan teori-teori dan prosedur berdasarkan linguistik. Kesalahan biasanya ditentukan berdasarkan ukuran keberterimaan dari sudut pandang penutur asli. Dari kedua pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis kesalahan merupakan prosedur sistematis berdasarkan linguistic untuk menemukan dan mengklasifikasikan kesalahan yang tidak dapat diterima (dibenarkan) berdasarkan kaidah bahasa target yang dibuat oleh pembelajar bahasa (asing).
Kesalahan dalam kajian analisis kesalahan dapat diklasifikasikan ke dalam 2 macam yaitu kesalahan (error) dan kekeliruan (mistakes). Kekeliruan terkait ketidakmampuan menghasilkan ujaran berbahasa yang tidak disengaja, kekeliruan bukan merupakan hasil dari kurangnya kompetensi berbahasa yang dimiliki pembelajar. Kekeliruan ini sifatnya ttidak sistematis, sehingga ketika pembelajar bahasa menyadari kekeliruan tersebut dapat segera memperbaikinya. Sebaliknya kesalahan (error) merupakan kesalahan yang dibuat oleh pembelajar bahasa bersifat sistematis yang disebabkan karena tidak memiliki kompetensi berbahasa yang memadai. Corder (via Sanal, 2008) mengatakan: Errors are deviances that are due to deficient competence (i.e”knowledge” of the language, which may or may not be conscious). As the are due to deficient competence the tend to be systematic and not self correctable. Whereas “mistakes” or “lapses” that are due to performance deficiencies and arise from lack of attention, slips of memory, anxiety possibly caused by pressure of time etc. They are not systematic and readily indentifiable and self corectable.
Kompetensi yang dimaksud di sini adalah kemampuan pembicara atau penulis untuk melahirkan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakannya. Karena bahasa yang dihasilkan berwujud kata, kalimat dan makna, maka kesalahan yang perlu dianalisis mencakup pada tataran fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. (Pateda, 1989:34).
Kegiatan penerjemahan merupakan keterampilan yang sulit. Penguasaan terhadap bahasa Inggris saja sebagai bahasa sumber atau bahasa Indonesia sebagai bahasa sasaran tidak menjamin kehandalan atau keterpercayaan terjemahan yang dihasilkan. Mereka mesti menguasai tata
bahasa kedua bahasa. Perbedaan gramatika dari kedua bahasa ini jika tidak dikuasai secara baik tentu saja akan mengakibatkan kesalahan, (Machali, 2000). Misalnya, kaidah frasa
bahasa Indonesia adalah D(iterangkan) dan M(enerangkan), seperti siswa pandai yang berpadanan dengan intelligent student karena di dalam bahasa Inggris berlaku kaidah MD. Interferensi bahasa ibu (native language) juga ikut andil dalam memberikan kesalahan dealam
penerjemahan. Misalnya, seorang mahasiswa dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris dipengaruhi oleh kaidah penulisan bahasa Indonesia, seperti expression yang ditulis dengan *ekpression. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesalahan dalam penterjemahan akan sangat dipengaruhi oleh pengalaman, intelejensia dan daya pikir serta emosional dari sang penerjemah. Seorang penerjemah yang memiliki sertifikasi sebagai penerjemah tersumpahpun akan sangat mungkin untuk melakukan kesalahan elementer. Sehingga dengan fakta ini menunjukkan bahwa alih bahasa merupakan sesuatu yang cukup dan harus dimengerti bahwa hal tersebut harus dikembalikan pada orang itu sendiri. Mungkinkah seorang dengan background ilmu sosial mampu menerjemahkan secara tepat buku kajian teknologi misalnya. Tentunya hal ini patut menjadi perhatian bagi Pemerintah, bahwa disamping sertifikasi harus dipikirkan juga pentingnya pengelompokan kualifikasi penerjemah.
Teori & Praktek Penerjemahan
KONSEP MENERJEMAH
Mengungkapkan makna tuturan dari suatu bahasa ke bahasa lain dengan memenuhi seluruh makna dan maksud tuturan itu.
METODE, PROSEDUR, DAN TEKNIK
Tahapan Proses Penerjemahan : METODE PROSEDUR TEKNIK
PENGERTIAN
• Metode merupakan cara penerjemahan nas sumber secara keseluruhan.
• Prosedur merupakan cara penerjemahan kalimat yang merupakan bagian dari nas tersebut.
• Teknik merupakan cara penerjemahan kata atau frase yang merupakan bagian dari sebuah kalimat.
JENIS-JENIS PROSEDUR
Literal
Transfer dan Naturalisasi
Modulasi
Ekuivalensi
Budaya
JENIS-JENIS TEKNIK PENERJEMAHAN
Transfer
Transmutasi
Substitusi
Sebagai Penjabaran Prosedur Transposisi
Reduksi
Ekspansi
Teknik Korespondensi
Eksplanasi
Sebagai Penjabaran Prosedur Transposisi
Teknik Deskripsi
Teknik Integratif
TEKNIK PENERJEMAHAN SEBAGAI PROSEDUR TRANSPOSISI
Transposisi merupakan proses penerjemahan yang berkenaan dengan perubahan aspek gramatikal dari bahasa sumber (BS) ke bahasa penerima (BP). Transposisi sebagai proses atau hasil perubahan fungsi atau kelas kata tanpa penambahan apa-apa. Transposisi merupakan bentuk-bentuk perubahan sintaksis dan kategori kata dari bahasa Arab (BS) ke bahasa Indonesia
(BP).
TEKNIK TRANSMUTASI
Cara penerjemahan dengan mengubah pola urutan fungsi dan kategori dengan memindahkan tempatnya, baik dengan mendahulukan maupun mengakhirkan salah satu unit gramatikal. Dalam penerjemahan BA ke BI, pemindahan urutan ini terjadi pada pola S-P menjadi P-S atau sebaliknya.
TEKNIK TRANSFER
Cara penerjemahan dengan mengalihkan fungsi sintaksis, kategori, dan kata sarana dari BS ke BP. Sekaitan dengan penerjemahan BA ke BI, pengalihan itu dapat diterapkan terhadap pola S-P = P-S, P-S =P-S, KS+P = KS+P, N = N, FN = FN, V = V, Pro. =Pro., KS = KS, KS+KS = KS+KS, dan F = F
TEKNIK REDUKSI
Teknik penerjemahan yang dilakukan dengan cara mengurangi atau membuang unsur gramatikal dengan cara mengurangi atau membuang unsur gramatikal BS di dalam BP. Dalam penerjemahan BA ke BI, teknik ini tampak pada pengurangan pola P-S menjadi P dan
pola P-(S) menjadi P.
TEKNIK EKSPANSI
Teknik penerjemahan yang ditandai dengan perluasan fungsi dan kategori yang disebabkan oleh deskripsi Makna BS di dalam BP. Dalam penerjemahan BA ke BI, penambahan terjadi dari P-S menjadi ke K-P-S, kategori A menjadi FA, dari N menjadi FN, dari V menjadi FV, dari V menjadi FN, dan KS (F) menjadi F.
TEKNIK EKSPLANASI
Teknik penerjemahan yang ditandai dengan mengeksplisitkan unsur linguistik BS di dalam BP, sebagaimana terlihat dari pola perubahan P-(S) menjadi S-P.
TEKNIK SUBSTITUSI
Teknik pengganti fungsi unsur kalimat BS dengan fungsi lain tatkala kalimat itu direstrukturisasi di dalam BP, sebagaimana terlihat dari pergantian P dengan K pada kalimat nomina BS yang berpola P- S.
TEKNIK PENERJEMAHAN SEBAGAI PENJABARAN PROSEDUR EKUIVALENSI
Pertama, ekuivalensi merupakan tujuan atau produk dari proses penerjemahan. Dengan kata lain ekuivalensi adalah padanan yang paling wajar antara bahasa sumber dan bahasa penerima.
Kedua, ekuivalensi merujuk pada salah satu prosedur penerjemahan sebagaimana yang dikemukakan Newmark (1988) bahwa prosedur ini digunakan untuk menerjemahkan kosa kata kebudayaan di dalam bahasa penerima dengan cara sedapat mungkin mendekati makna sebenarnya di dalam bahasa sumber.
TEKNIK KORESPONDENSI
Teknik penyamaan konsep BS dengan BP melalui penerjemahan kata dengan kata dan frase dengan frase, yang berlandaskan asumsi bahwa ada kesamaan antara keduanya.
TEKNIK DESKRIPSI
Teknik penerjemahan dengan menjelaskan makna kata BS di dalam BP seperti tampak pada perubahan kata menjadi frase atau frase yang sederhana menjadi frase yang kompleks.
TEKNIK INTEGRATIF
Pemakaian dua teknik sekaligus dalam mereproduksi makna BS di dalam BP.
MASALAH PENERJEMAHAN DALAM BAHASA INDONESIA
Masalah Interferensi dalam terjemahan
Masalah Teoretis
Masalah Kosa kata Kebudayaan dan Metafora
Masalah Teoretis
1. Kompleksitas proses penerjemahan
2. Keluasan wawasan penerjemah
3. Pencarian padanan yang wajar
4. Pemahaman budaya dua bahasa
5. Masalah grafologis
Masalah Metafora
Masalah metafora kata yang berhubungan dengan kebudayaan
Secara umum, ada dua kelompok metode penerjemahan, yaitu metode yang memberikan penekanan terhadap bahasa sumber dan metode yang memberikan penekanan terhadap bahasa sasaran.
A. Penerjemahan yang Berorientasi pada Bahasa Sumber
1. Penerjemahan kata-perkata (word - for - word translation)
Umumnya metode ini digunakan sebagai tahapan pra penerjemahan. Hasil penerjemahan dengan metode ini mirip dengan terjemahan menggunakan mesin penerjemah.
Contoh : Life is cheap in Indonesia" diterjemahkan menjadi "Hidup adalah murah di Indonesia."
2. Penerjemahan harfiah
Metode ini masih kental sekali mengikuti bahasa sumber, sehingga dihasilkan terjemahan yang membingungkan (tak bermakna).
Contoh : "It's raining cats and dogs" diterjemahkan menjadi "Hujan anjing dan kucing."
3. Penerjemahan setia (faithful translation)
Metode ini mencoba mengalihkan makna kontekstual bahasa sumber tapi masih dibatasi oleh struktur gramatikalnya.
Penerjemahan ini berpegang teguh dengan maksud dan tujuan bahasa sumber, sehingga hasil terjemahan kadang-kadang terasa kaku.
Contoh : " Ben is too well aware that he is naughty" diterjemahkan menjadi "Ben menyadari terlalu baik bahwa ia nakal."
Akan lebih terasa wajar, jika kalimat tersebut diterjemahkan menjadi " Ben sangat sadar bahwa ia nakal."
4. Penerjemahan Semantis (Semantic translation)
Metode ini menghasilkan terjemahan yang lebih fleksibel dan kreatif dibandingkan penerjemahan setia. Penerjemahan semantis memperhatikan unsur estetika bahasa sumber (seperti bunyi uang indah dan natural).
Contoh : "He is a book-worm", diterjemahkan menjadi "Dia (laki-laki) adalah seorang yang suka sekali membaca."
B. Penerjemahan Berorientasi pada Bahasa Sasaran
1. Adaptasi (termasuk saduran)
Metode ini mengutamakan isi dan mengorbankan bentuk teks bahasa sumber. Metode ini biasanya digunakan untuk penerjemahan drama atau puisi dengan mempertahankan tema, karakter dan alurnya; tetapi dialognya disadur dan disesuaikan.
2. Terjemahan bebas (free translation)
Metode ini mengutamakan isi dan mengorbankan bentuk (tata bahasa, gaya bahasa maupun organisasi gagasan dalam teks."
Contoh :
Time, May 28, 1990 : "Hollywood Rage for Remark." Menjadi Suara Merdeka, 15 Juli 1990 : "Hollywood Kekurangan Cerita. Lantas Rame-Rame Bikin Film Ulang."
3. Terjemahan Idiomatis (Idiomatis translation)
Metode ini menghasilkan terjemahan yang bentuk dan isinya mudah dipahami pembaca.
Contoh :
"Mari minum bir bersama-sama" diterjemahkan menjadi " I'll shout you beer."
Bandingkan dengan terjemahan semantis : "Let me buy you a beer."
4. Terjemahan Komunikatif
Metode ini menghasilkan terjemahan yang langsung dapat dimengerti baik aspek kebahasaan maupun isinya.
Contoh dalam teks : thorns spines in old sediments. Jika ditujukan untuk kalangan ilmuwan biologi, maka kata spines diterjemahkan menjadi "spina." Tetapi jika ditujukan untuk orang awam, kata spines diterjemahkan dengan "duri."
Kamus Digital Solusi Penerjemah Inggris Praktis
Kamus Digital, Solusi Penerjemah Inggris Praktis by anindyatrans1@gmail.com
Bagi hampir seluruh kalangan masyarakat khususnya kalangan mahasiswa, mencari penerjemahinggris yang mampu membantu dalam hal penerjemahan ribuan kata yang bisa mencapai berlembar-lembar dan bertumpuk buku kini tak lagi menjadi masalah yang berarti. Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan kondisi kaum mahasiswa pada sepuluh atau dua puluh tahun lalu. Bayangkan saja, jika dahulu seorang mahasiswa harus mengartikan jurnal ilmiah atau textbook yang jumlahnya tak sedikit demi menempuh ujian akhir atau skripsinya. Sungguh perjuangan yang luar biasa, satu demi satu kalimat yang tercetak dalam bahasa inggris harus dirangkai menjadi salinan yang enak untuk dibaca. Hal ini tentunya tak lain berkat bantuan dari kemajuan teknologi yang semakin massive terjadi bahkan sangat pesat di lima tahun terakhir. Kamus atau penerjemah yang paling lazim digunakan pun tak luput mengalami dampak dari perubahan iklim teknologi dunia ini.
Dengan adanya kemudahan komunikasi dan akses dengan internet yang menghubungkan kita dengan dunia luas, kini setiap mahasiswa yang akan menerjemahkan textbook atau jurnal ilmiah bisa melakukannya hanya dengan menekan satu tombol klik. Tak perlu membawa kamus atau penerjemahinggris yang memiliki ribuan lembar tebalnya, hanya dengan mengunduh satu file kamus digital, maka segala kebutuhan tentang penerjemahan teks akan dengan mudah dilakukan.
Umumnya, layanan software penerjemah inggris ini dapat diperoleh dengan gratis. Cara yang dapat ditempuh untuk mengunduh layanan ini sangatlah mudah, cukup dengan memasukkan keyword yang berkaitan dengan kamus digital, maka dengan segera akan muncul sederet link yang akan mengarahkan anda menuju link download. Pengembangan kamus digital ini juga dapat dinikmati dalam berbagai jenis ponsel yang anda punyai, lebih minimalis, simple dan praktis. Selain itu, dengan adanya berbagai perkembangan teknologi utamanya di bidang penerjemah inggris ini, maka banyak hal yang diperoleh. Misalnya, anda akan sangat membantu dalam upaya penghematan kertas, selain itu juga akan menghemat pengeluaran karena tak perlu menganggarkan dana untuk membeli kamus yang tebal, cukup dengan mengunduh berbagai layanan kamus digital, solusi penerjemah inggris anda.
PENGGUNAAN BAHASA DALAM TERJEMAHAN
Bahasa sebagai komponen inti dalam komunikasi baik lisan atau tulisan hendaknya sangat diperhatikan dalam aplikasinya dan susunannya sehingga dapat menyampaikan maksud yang diinginkannya dengan baik. Hal ini tidak beda halnya dengan penyampaian suatu pesan atau berita dari pengirim atau pembawa pesan (message deliver) yang bertujuan untuk menyampaikan pesan melalui suatu media / sarana komunikasi , yakni bahasa yang bisa dipahami oleh kedua belah pihak (common language ) dan memastikan pesan tersebut dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh si penerima pesan (Message Receiver).
Dalam bahasa tulisan sebagaimana yang merupakan problematika yang seringkali dihadapi oleh para penerjemah dalam tugas keseharian mereka, penulisan bahasa terjemahan yang tepat dan bisa dipahami oleh klien/ customer merupakan salah satu unsur utama yang hendaknya selalu diperhatikan. Secara kasa mata dapat dilihat bahwa bahasa yang sangat dipentingkan adalah bahasa hasil terjemahan (output language) baik dalam bentuk bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Belanda atau bahasa apa pun sesuai dengan permintaan klien.
Namun, ada unsur penting lain yang hendaknya juga harus diperhitungkan oleh para penerjemah yakni kemampuan memahami dan menerjemahkan bahasa sumbernya (resource/ input language) . Kamampuan ini hendaknya senantiasa harus dilatih dan diasah oleh rekan-rekan atau calon para penerjemah, sehingga semakin lama bisa meningkatkan kemampuan menerjemahkannya terhadap berbagai naskah/ dokumen dari beragam disiplin ilmu atau bentuk naskah lain seperti novel, biografi dan lain-lain.
Secara ringkas bisa disampaikan bahwa ada dua masalah utama yang dihadapi oleh setiap penerjemah yang masing-masing bagian harus dikuasai dengan baik, di antaranya adalah :
1. Kemampuan menerjemahkan bahasa sumber dan dapat menangkap dengan baik pesan atau makna yang terkandung di dalamnya. Untuk itu, penerjemah hendaknya bisa menguasai kosa kata dan struktur bahasa sumber yang baik sehingga mampu menyusun hasil terjemahan yang baik.
2. Kemampuan untuk menyusun kata-kata dalam output language dengan susunan bahasa yang baik dan mudah dipahami oleh klien. Yang dimaksud dengan bahasa yang baik adalah bahasa yang terdiri atas susunan kata-kata dan kalimat yang baik dan tidak harus sama persis dengan bahasa sumber. Untuk itu, setiap penerjemah harus mampun menyusun bahasa yang fleksible dan tidak kaku.
Cara yang paling mudah coba anda baca kembali hasil terjemahan setelah anda selesai mengerjakannya, jika terasa masih anda kejanggalan dalam susunan kata dan kalimat lakukan perbaikan seperlunya. Kemampuan ini merupakan kemampuan yang paling penting dalam pekerjaan terjemahan karena hasil terjemahan lah yang akan dibaca dan dinilai oleh klien.
Kesulitan pertama yang umumnya dihadapi oleh penerjemah adalah biasanya mereka bersikeras untuk menggunakan bahasa yang sama persis dengan bahasa asli atau sumbernya, karenan merasa kuatir akan menghasilkan bahasa yang berbeda jika tidak mengikuti dari bahasa sumbernya. Persepsi ini tentu saja keliru, karena masing-masing bahasa sumber memiliki struktur bahasa yang berbeda , oleh karena itu kita harus sebaik mungkin harus bisa menyesuaikan dengan struktur bahasa hasil terjemahan yang dikenal oleh orang secara umum.
Penggunaan Bahasa Hukum/ resmi
Beberapa jenis terjemahan pada dokumen tertentu seperti akte notaris, perjanjian jual-beli, kontrak perjanjian kerja dan lain-lain menggunakan bahasa yang resmi yang sudah baku. Coba anda perhatikan contoh berikut ini :
On Today, Monday, 23 September 2000, both the appearer and their witness are standing before Public Notary to sign this Deed.
Appearer di sini diterjemahkan sebagai Penghadap
Public Notary diterjemahkan sebagai Notaris
Deed diterjemahkan sebagai Akta
Jadi secara umum, naskah di atas dapat diterjemahkan sebagai :
Pada hari ini, Senin, tanggal 23 September 2000, kedua Penghadap dan saksi mereka menghadap Notaris Publik untuk menandatangani Akte ini.
Kalau kita melihat, jika kita mencoba menerjemahkan secara harfiah atau apa adanya, maka beberapa kata seperti appearer mungkin kita menerjemahkannya sebagai : yang memunculkan atau yang membuat tampak, tentu saja jika dimasukkan dalam kalimat tersebut di atas akan tampak aneh/ janggal.
Untuk itu, jika kita ingin meningkatkan kualitas terjemahan, saran saya bagi rekan-rekan penerjemah yang ingin meningkatkan kualitasnya menjadi penerjemah tersumpah, coba lah untuk belajar menerjemahkan naskah hukum. Caranya cukup mudah, coba lah menerjemahkan satu akta / perjanjian ke dalam bahasa Inggris. Jika sudah, coba anda bandingkan hasil terjemahan anda dengan akta yang berbahasa Inggris yang benar. Mungkin, disana, anda bisa menemukan beberapa kata-kata baru sehingga dengan demikian anda bisa melakukan beberapa perbaikan.
Penjajaran Dokumen
Pernahkah Anda berpikir bahwa semua dokumen yang pernah diterjemahkan dapat dimanfaatkan kembali? Kemungkinan Anda akan mengernyitkan dahi dan berkata “Buat apa?”. Hal ini dapat dimaklumi karena jarang sekali ada penerjemah yang rela meluangkan waktunya untuk mengubek-ubek file hasil terjemahan lama yang mungkin tidak ada kaitannya dengan dokumen yang sedang diterjemahkannya. Padahal, tumpukan file tersebut merupakan harta karun terpendam yang sangat berharga. Dengan membuat file dwibahasa dalam format TMX atau HTML, Anda tidak perlu bersusah payah mencari file yang mengandung kalimat atau alinea yang hampir sama dengan file terjemahan yang sedang dikerjakan. Terdapat beberapa perangkat lunak, baik daring maupun luring, yang dapat digunakan untuk menghasilkan file dwibahasa dimaksud. Salah satunya adalah fasilitas Align Documents yang disediakan oleh situs YouAlign.com. Dengan fasilitas tersebut Anda dapat membuat file dwibahasa dalam format TMX atau HTML yang nantinya dapat berfungsi sebagai bahan rujukan untuk dokumen yang sedang Anda terjemahkan.
Sebelum Anda dapat mulai menggunakan fasilitas penjajaran dokumen di YouAlign.Com, Anda harus membuat akun terlebih dahulu. Caranya, klik tautan http://www.youalign.com/CreateUser.aspx yang akan membawa Anda ke halaman pembuatan akun baru. Lengkapi kotak isian yang ada, yaitu alamat e-mail, kata sandi, nama depan, nama belakang, perusahaan/organisasi, alamat pos, kota, propinsi/wilayah/negara bagian, kode pos, negara dan nomor telepon. Setelah berhasil melalui proses pembuatan akun baru, kini Anda dapat login ke akun YouAlign Anda dengan memasukkan alamat e-mail dan kata sandi yang telah diverifikasi.
Faslitas penjajaran dokumen dapat diakses dengan mengklik tautan yang tersedia di beranda situs setelah Anda login, yaitu http://www.youalign.com/AlignDocs.aspx. Pada halaman Alignment Settings, Anda akan diminta untuk memilih file yang ingin dijajarkan. Ada dua jenis file yang harus dimasukkan, yaitu file sumber dan file sasaran. Anda juga diharuskan untuk memilih kode bahasa file sumber dan file sasaran. Sebagai contoh, jika file sumber dalam bahasa Inggris, maka pilih ENG. Jika file sasaran dalam bahasa Indonesia, maka pilih IND. Selain itu, Anda dapat mencentang kriteria pemfilteran segmen jika Anda mau. Terdapat 3 pilihan, yaitu 1) Tolak jika satu sisi segmen kosong, 2) Tolak jika kedua sisi sama, 3) Tolak segmen duplikat. Langkah terakhir adalah mengklik “Align Now*”. Adapun format file yang didukung oleh YouAlign, Anda dapat mengunggah file dalam format Microsoft Word, Excel dan PowerPoint, Adobe PDF, HTML, XML, Corel WordPerfect, RTF, Lotus WordPro dan teks polos. Besar file yang dapat diunggah dibatasi hingga sebesar 1 MB.
Setelah kedua file berhasil diproses, Anda akan melihat tampilan pratinjau (preview) file terjemahan dalam bentuk tabel dwibahasa. Hasilnya dapat diunduh dalam format TMX atau HTML. Kembalilah ke beranda situs jika Anda ingin mengetahui data tentang jumlah penjajaran dokumen yang telah dilakukan sebelumnya dan yang dilakukan pada hari terkait. Jumlah maksimal penjajaran dokumen yang dapat dibuat per hari adalah 5. Jadi, Anda harus menunggu 24 jam untuk dapat melakukan penjajaran dokumen lebih banyak. anindyatrans1@gmail.com
Menerjemahkan Secara Manual Vs. Google translate
Penerjemahan google translate saat ini masih dimanfaatkan oleh banyak pemberi jasa penerjemahan profeisonal, baik perorangan maupun dalam sebuah lembaga, namun fungsinya lebih pada alat bantu ketimbang metode utama. Alat penerjemahan google translate telah dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan terjemahan secara garis besar yang kemudian dapat disunting oleh si penerjemah sendiri maupun tim editor khusus di sebuah jasa penerjemah bahasa atau lembaga penerbit. Alat penerjemahan google translate terutama sangat membantu dalam hal penerjemahan teks yang menggunakan banyak bahasa formal, apalagi dengan dihadirkannya versi-versi baru dari tiap alat penerjemahan ini agar sesuai dengan perkembangan bahasa. Akan tetapi, alasan utama mengapa sebaiknya lebih percaya kepada sistem penerjemahan manual adalah karena perkembangan bahasa yang sangat pesat, terutama bahasa Inggris yang penggunaannya menyebar di hampir seluruh bagian dunia.
Walaupun telah dikembangkan dalam banyak versi, berbagai alat penerjemahan yang telah dikembangkan masih belum bisa menyamai kemampuan otak manusia dalam memahami kekayaan bahasa. Selain itu, sistem penerjemahan secara manual juga relatif bebas dari kesalahan yang disebabkan oleh masalah teknis seperti korupsi data atau kerusakan sistem di saat-saat terakhir. Anda juga harus mempertimbangkan berbagai aspek penerjemahan yang menyangkut pertimbangan pemakaian kata-kata tertentu untuk berbagai situasi serta pengetahuan tentang penggunaan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu yang belum tentu bisa diikuti oleh alat penerjemahan google translate. Alat penerjemahan google translate juga tidak bisa memahami fungsi paraphrase alias penggunaan kalimat yang berbeda namun dengan makna yang tidak menyimpang dari kalimat aslinya, yang bisa beresiko menimbulkan pengulangan yang tidak efektif dalam naskah hasil terjemahan.
Seorang penerjemah yang baik dan berpengalaman dapat menghasilkan terjemahan yang lebih bermutu dengan metode manual ketimbang berbagai alat penerjemahan yang sudah beredar saat ini. Oleh karena itu, dalam memesan layanan jasa penerjemah bahasa Inggris, sangat penting untuk memastikan bahwa si penerjemah mengutamakan sistem penerjemahan manual ketimbang penerjemahan google translate dengan menggunakan alat. Kalaupun terdapat alat penerjemah sebagai poin pemasaran, alat tersebut hendaknya hanya digunakan sebagai pendukung dalam proses penerjemahan dan bukannya metode utama. anindyatrans1@gmail.com
Memori Terjemahan Omega T
Beberapa waktu yang lalu pernah dibahas tentang cara penggunaan OmegaT secara singkat yang diantaranya sedikit menyinggung memori terjemahan atau translation memory. Dalam kesempatan ini akan dibahas secara lebih mendalam tentang keberadaan memori terjemahan dalam OmegaT dan bagaimana keterkaitannya dengan efisiensi dan efektivitas proses penerjemahan.
1.1. folder tmx - lokasi dan kegunaan
Proyek OmegaT dapat mempunyai beberapa file memori terjemahan - i.e. file berekstensi tmx - di empat tempat berbeda:
Folder omegaT berisi project_save.tmx dan barangkali sejumlah file TMX cadangan. File project_save.tmx berisi semua segmen yang telah terekam di memori sejak Anda memulai proyek. File ini selalu ada di dalam proyek. Isinya akan selalu diurut menurut abjad berdasarkan segmen sumber.
Folder main project berisi 3 file tmx, project_name-omegat.tmx, project_name-level1.tmx dan project_name-level2.tmx (project_name sebagai nama proyek Anda).
- File level 1 berisi hanya informasi textual.
- File level 2 melingkupi tag spesifik OmegaT pada tag tmx yang benar sehingga file tersebut dapat digunakan dengan informasi pemformatannya dalam suatu alat bantu terjemahan yang mendukung memori tmx level 2, atau OmegaT itu sendiri.
- File OmegaT mencakup tag pemformatan spesifik OmegaT sehingga file tersebut dapat digunakan dalam proyek OmegaT lain
Semua file ini merupakan salinan file project_save.tmx, yaitu memori terjemahan utama proyek, tidak termasuk apa yang disebut sebagai segmen piatu (orphan segment). Mereka membawa nama yang diubah secara layak, sehingga isinya masih tetap dapat dikenali, ketika digunakan di lain tempat, misalnya di subfolder tm dari suatu proyek lain (lihat di bawah ini).
Folder /tm/ folder dapat berisi sejumlah memori terjemahan pelengkap - yaitu file tmx. File tersebut dapat dibuat dalam salah satu ketiga variasi yang tercantum di atas. Catat bahwa alat bantu terjemahan (CAT) lain dapat mengekspor (dan juga mengimpor) file tmx, biasanya dalam ketiga bentuk tersebut. Hal terbaik tentu saja menggunakan file TMX spesifik-OmegaT (lihat di atas), bahwa pemformatan segaris di dalam segmen dipertahankan.
Isi memori terjemahan dalam subfolder tm menghasilkan saran untuk teks yang akan diterjemahkan. Setiap teks, yang pernah diterjemahkan dan disimpan di dalam file tersebut, akan muncul di antara fuzzy match, jika teks tersebut cukup mirip dengan teks yang sedang diterjemahkan.
Jika segmen sumber dalam salah satu TM pelengkap serupa dengan teks yang sedang diterjemahkan, OmegaT bertindak sebagaimana ditetapkan dalam jendela dialog Options → Editing Behavior.... Sebagai contoh (jika default diterima), terjemahan dari TM pelengkap diterima dan diawali dengan [fuzzy], sehingga penerjemah dapat mengkaji terjemahan pada tahap akhir dan memeriksa apakah segmen memiliki susunan tag seperti itu, telah diterjemahkan dengan benar (lihat bab Editing behavior).D:\TRANSLATION\Omega T Translation Memories\target\chapter.translation.editing.html
Bisa saja terjadi memori terjemahan yang ada dalam subfolder tm berisi segmen dengan teks sumber yang serupa, tetapi dengan teks sumber yang berbeda. File TMX dibaca urut berdasarkan nama dan segmennya di dalam suatu file TMX tertentu baris per baris. Segmen terakhir dengan teks sumber yang serupa kemudian oleh karenanya akan berlaku (Catatan: tentu saja lebih masuk akal untuk menghindari terjadinya hal ini sejak awal).
Jika jelas sedari awal bahwa terjemahan dalam suatu TM tertentu semuanya benar, penerjemah dapat meletakkannya dalam folder tm/auto dan menghindari konfirmasi banyaknya kasus [fuzzy]. Hal ini akan secara efektif menerjemahkan lebih dulu teks sumber: semua segmen dalam teks sumber, dimana terjemahan dapat dijumpai dalam TM "auto" tersebut, akan sampai di TM utama proyek tersebut tanpa intervensi pengguna.
Sebagai pilihan lain, Anda dapat membuat OmegaT memiliki file tmx tambahan (gaya OmegaT) di mana saja Anda tentukan, yang berisi semua segmen dapat diterjemahkan dari proyek tersebut. Lihat memori terjemahan semu di bawah ini.
Catat bahwa semua memori terjemahan dimuat kedalam memori pada saat proyek dibuka. Cadangan dihasilkan secara reguler atas memori terjemahan proyek (lihat bab berikut), dan project_save.tmx juga disimpan/dimutakhirkan pada saat proyek tersebut ditutup atau dimuat lagi. Hal ini berarti bahwa Anda tidak perlu keluar dari suatu proyek yang sedang Anda kerjakan jika Anda memutuskan untuk menambahkan TM pelengkap padanya: Anda cukup memuat kembali (reload) proyek tersebut, dan perubahan yang telah Anda lakukan akan termasuk di dalamnya.
Lokasi berbagai memori terjemahan yang berbeda untuk suatu proyek tertentu ditetapkan oleh pengguna (lihat jendela dialog Project dalam pedoman Instant start)D:\TRANSLATION\Omega T Translation Memories\target\chapter.instant.start.guide.html
Tergantung situasinya, strategi yang berbeda karenanya dimungkinkan, misalnya:
beberapa proyek mengenai subyek yang sama: pertahankan struktur proyek, dan ubah direktori sumber dan sasaran (Sumber = source/order1, sasaran = target/order1 etc). Catat bahwa segmen dari order1, yang tidak ada dalam order2 dan tugas lain berikutnya, akan memiliki susunan tag sebagai segmen piatu; akan tetapi, mereka masih akan berguna untuk memperoleh fuzzy match.
beberapa penerjemah yang mengerjakan proyek yang sama: bagi file sumber menjadi source/Alice, source/Bob... dan alokasikan file tersebut ke anggota tim (Alice, Bob ...). Mereka dapat menciptakan proyeknya sendiri dan, menyerahkan project_save.tmx mereka sendiri, pada saat selesai atau pada saat tonggak tertentu telah dicapai. File project_save.tmx kemudian terkumpul dan kemungkinan konflik berkenaan dengan terminologi dapat diselesaikan. Versi baru TM induk kemudian tercipta, baik untuk diletakkan dalam tm/autosubdirectory anggota tim atau menggantikan file project_save.tmx mereka. Tim juga dapat menggunakan struktur subfolder yang sama untuk file sasaran tersebut. Hal ini memungkinkan mereka untuk memeriksa setiap saat apakah versi sasaran untuk proyek yang rampung masih OK
Saat Anda menerjemahkan file, OmegaT menyimpan hasil kerja Anda secara berkesinambungan dalam project_save.tmx dalam subdirektori /omegat proyek tersebut.
OmegaT juga merekam cadang memori terjemahan ke project_save.tmx.YEARMMDDHHNN.bak dalam subfolder yang sama ketika sebuah proyek dibuka atau dimuat ulang. YEAR adalah tahun berjumlah 4 digit, MM adalah bulan, DD hari bulan, HH dan NN adalah jam dan menit pada saat memori terjemahan sebelumnya tersimpan.
Jika Anda yakin bahwa telah terjadi kehilangan data terjemahan, ikuti prosedur berikut ini:
- Tutup proyek
- Namai ulang file project_save.tmx (misalnya menjadi project_save.tmx.temporary)
- Pilih memori terjemahan cadangan yang paling bisa dipastikan - misalnya yang terbaru, atau versi terakhir dari hari sebelumnya) berisi data yang Anda sedang cari
- Salin ke project_save.tmx
- Buka proyek
file tmx berisi unit terjemahan, yang terdiri dari sejumlah segmen setara dalam beberapa bahasa. Sebuah unit terjemahan terdiri dari sekurang-kurangnya dua variasi unit terjemahan. Salah satunya dapat digunakan sebagai sumber atau sasaran.
Pengaturan dalam proyek Anda menandakan mana yang bahasa sumber dan mana yang bahasa sasaran. OmegaT oleh karenanya mengambil segmen variasi unit terjemahan yang bersesuaian dengan kode bahasa sumber dan sasaran proyek tersebut dan menggunakannya sebagai segmen sumber dan sasaran. OmegaT mengenali kode bahasa dengan menggunakan dua kaidah baku berikut ini:
- 2 huruf (misalnya JA untuk Japanese atau bahasa Jepang), atau
- kode bahasa 2- atau 3-huruf yang diikuti dengan kode negara 2-huruf (misalnya EN-US - Lihat daftar kode Appendix E, Languages - ISO 639 untuk sebagian daftar kode bahasa dan negara).D:\TRANSLATION\Omega T Translation Memories\target\appendix.languages.html
Jika kode bahasa proyek dan kode bahasa tmx sepenuhnya cocok, segmennya dimuat kedalam memori. Jika bahasanya cocok namun bukan negaranya, segmennya tetap akan dimuat. Jika baik kode bahasanya maupun kode negaranya tidak cocok, segmennya akan diabaikan.
File TMX pada umumnya dapat berisi unit terjemahan dengan beberapa kandidat bahasa. Jika untuk suatu segmen sumber tertentu tidak ada masukan untuk bahasa sasaran terpilih, semua segmen sasaran lain dimuat, terlepas dari bahasanya. Sebagai contoh, jika pasangan bahasa proyek tersebut adalah DE-FR, ada yang kena sasaran dalam terjemahan DE-EN masih bisa berguna, jika tidak ada satu pun yang kena sasaran dalam pasangan DE-FR.
File project_save.tmx berisi semua segmen yang telah diterjemahkan sejak Anda memulai proyek tersebut. Jika Anda mengubah segmentasi proyek atau menghapus file dari sumber, sebagian padanan dapat muncul sebagai untai piatu dalam Match Viewer: padanan tersebut mengacu ke segmen yang tidak ada lagi dalam dokumen sumber, karena padanan tersebut bersesuaian dengan segmen yang telah diterjemahkan dan direkam sebelum perubahan terjadi.
Subscribe to:
Posts (Atom)