Jasa Penerjemah Tersumpah

Jasa Penerjemah Bahasa Hukum Tersumpah. Hubungi 021-8452261 Email: anindyatrans1@gmail.com untuk kebutuhan Jasa Penerjemah Tersumpah Inggris Mandarin Jepang Korea Arab Belanda Jerman Prancis Spanyol. Pokok bahasan yang dikembangkan dalam paparan ini akan menjawab pertanyaan apakah peran dan status Jasa Penerjemah Bahasa Hukum Tersumpah di lingkungan lembaga negara. Untuk itu, dalam tulisan ini akan dibahas pertama Jasa Penerjemah Bahasa Hukum Tersumpah berikut beberapa aspek yang relevan dengan pertanyaan tadi; kedua, kewenangan Jasa Penerjemah Bahasa Hukum Tersumpah; dan ketiga, Jasa Penerjemah Bahasa Hukum Tersumpah dalam jabatan fungsional Jasa Penerjemah Bahasa Hukum Tersumpah di lembaga negara. Jasa Penerjemah Bahasa Hukum Tersumpah termasuk dalam kategori Jasa Penerjemahan teks khusus yang mencakup juga Jasa Penerjemahan kitab suci. Itu berarti bahwa terjemahan teks jenis itu harus diakui dan diresmikan sehingga Jasa Penerjemahnya juga harus memperoleh kewenangan untuk menghasilkannya.

Kebijakan Anti-Suap dan Korupsi

Kebijakan ini menetapkan aturan umum dan prinsip-prinsip yang ditaati oleh Penerjemah dan menggabungkan Kontrak dengan Pihak Ketiga. Kebijakan ini menjelaskan prosedur-prosedur yang diambil oleh JMH sehingga dapat mempertahankan standar etikanya yang tinggi dan menjaga reputasinya terhadap segala dugaan suap dan korupsi. 1. Pendahuluan Merupakan kebijakan JMH untuk melakukan bisnis dengan cara yang jujur, dan tanpa melakukan praktik yang korup atau tindakan suap untuk mendapatkan keuntungan secara tidak adil. Nilai-nilai Penerjemah ("Rock") telah senantiasa menyatakan bahwa bisnis akan dilakukan dengan cara yang tidak melanggar hukum apa pun di negara-negara tempat Penerjemah menjalankan bisnisnya. 1.1. Penerjemah berkomitmen untuk menjamin kepatuhan terhadap standar hukum dan etika tertinggi. Ini harus tercermin dalam setiap aspek cara-cara kami beroperasi. 1.2. Suap merupakan tindak pidana yang terjadi di sebagian besar negara tempat JMH beroperasi, dan tindakan korup menunjukkan kepada perusahaan dan para karyawan untuk akan risiko tuntutan hukum, denda dan hukuman penjara, serta membahayakan reputasi kami. 1.3. Dewan menerapkan pengawasan melekat sepenuhnya pada kebijakan ini dan menerapkan pendekatan "zero tolerance" atau tanpa memberi toleransi terhadap tindakan suap dan korupsi yang oleh karyawan kami atau perwakilan pihak ketiga. Setiap pelanggaran atas kebijakan ini akan dapat mengakibatkan tindakan disipliner. 2. Apakah Suap dan Korupsi itu? 2.1. Suap dan korupsi memiliki beragam definisi dalam hukum, akan tetapi prinsip-prinsip dasarnya berlaku secara universal. Suap merupakan menawarkan, menjanjikan, memberikan, meminta, atau menerima uang atau mengambil keuntungan lainnya sebagai bujukan untuk melakukan tindakan ilegal, tidak etis, atau melanggar kepercayaan. Korupsi merupakan penyalahgunaan jabatan publik atau kekuasaan demi mendapatkan keuntungan pribadi, atau penyalahgunaan kekuasaan pribadi yang berkaitan dengan bisnis di luar bidang pemerintahan. 2.2. Tindakan suap atau korupsi direncanakan untuk mempengaruhi individu dalam melaksanakan tugas mereka dan menggiring mereka untuk melakukan tindakan tidak jujur. 2.3. Orang disuap umumnya seseorang yang akan dapat memperoleh, mempertahankan, atau mengarahkan bisnis. Ini mungkin melibatkan inisiatif penjualan, seperti tender dan kontrak, atau, mungkin juga melibatkan penanganan tugas-tugas administrasi seperti perizinan, bea cukai, pajak, atau hal-hal terkait urusan impor / ekspor. Ini tidak memandang apakah tindakan suap dilakukan sebelum atau setelah tender kontrak atau setelah penyelesaian tugas-tugas administrasi. 2.4. Apakah Suap itu? Suap dapat memiliki berbagai macam rupa dan bentuk, tetapi biasanya suap melibatkan maksud untuk melakukan tindakan korup. Biasanya memiliki bentuk 'quid pro quo' - kedua belah pihak akan atau berharap untuk mendapatkan keuntungan. Suap dapat berupa: • janji langsung atau tidak langsung, menawarkan, atau pelimpahan, sesuatu yang berharga; • menawarkan atau menerima upah, pinjaman, fee, imbalan, atau keuntungan lainnya, atau • memberikan bantuan, sumbangan, atau voting yang bertujuan untuk memberikan pengaruh yang tidak semestinya. Tidak perlu ada keuntungan secara langsung: harapan untuk segera mendapatkan keuntungan akan menjadi bentuk suap. Mengharapkan keuntungan dari pihak ketiga juga akan menjadi bentuk suap. Pembayaran pemberian fasilitas (pelicin) merupakan suap dan didefinisikan sebagai pembayaran pribadi kepada Pejabat Pemerintah. Ini digunakan untuk mempercepat atau untuk memperlancar kinerja rutin tugas pemerintah misalnya memproses visa atau bea cukai. Pembayaran pemberian fasilitas (pelicin) secara umum merupakan tindakan ilegal menurut hukum setempat dan merupakan tindakan ilegal di bawah UK Bribery Act 2010 atau Undang-Undang Suap Inggris tahun 2010 dan oleh karena itu dilarang untuk dilakukan dalam kebijakan ini. Bagaimanapun juga Grup mengakui bahwa dalam beberapa kasus kesejahteraan dan keselamatan individu atau kolega mereka bisa berisiko jika individu-individu tersebut tidak menanggapi permintaan tersebut. Jika Anda berada dalam situasi ini, Anda seharusnya tidak menempatkan diri dalam bahaya dan jika memang perlu Anda bisa mengajukan biaya untuk Pembayaran pemberian fasilitas (pelicin). Namun Anda harus segera melaporkan pengajuan tersebut kepada Wakil Presiden departemen masing-masing. 2.5. Siapa yang Bisa Terlibat dalam Suap atau Korupsi? Di mata hukum, perilaku suap dan korup dapat dilakukan oleh: • karyawan, pejabat, atau direktur; • setiap orang yang bertindak atas nama Penerjemah (perwakilan pihak ketiga); dan • individu dan organisasi di mana mereka memberi wewenang kepada orang lain untuk melaksanakantindakan ini Tindakan suap dan korupsi umumnya, tetapi tidak selalu, melibatkan pejabat publik atau pejabat pemerintah. Demi tujuan kebijakan ini, pejabat pemerintah tersebut bisa berupa: • seorang pejabat publik, baik pejabat asing maupun dalam negeri; • calon pejabat politik atau pejabat partai; • wakil organisasi milik pemerintah /secara mayoritas dikendalikan pemerintah; atau • karyawan dari sebuah organisasi publik internasional. 3. Langkah-Langkah Apa yang Bisa Kita Ambil untuk Mencegah Suap dan Korupsi? Kita dapat mengambil langkah-langkah berikut ini untuk membantu mencegah suap dan korupsi: 3.1. Penilaian Risiko Penilaian risiko yang efektif terletak pada bagian paling inti dari keberhasilan atau kegagalan kebijakan ini. Identifikasi risiko menunjuk dengan tepat wilayah-wilayah tertentu di mana kita menghadapi risiko suap dan korupsi dan memungkinkan kita untuk mengevaluasi dan mengurangi risiko ini dengan lebih baik dan dengan demikian melindungi kita. Praktik-praktik bisnis di seluruh dunia dapat berakar secara mendalam dalam sikap, budaya, dan kemakmuran ekonomi di daerah tertentu – faktor tersebut dapat bervariasi. Di bawah ini adalah 'red flag' atau wilayah bahaya yang dapat menunjukkan bahwa suap atau korupsi terjadi atau memberikan dasar untuk meningkatkan kecurigaan: • Operasi bisnis di suatu negara atau wilayah yang diketahui memiliki tingkat korupsi tinggi; • Konsumen atau agen yang memiliki hubungan dekat dengan pemerintah, perusahaan milik pemerintah, atau pihak ketiga lain yang terkait; • Pembayaran kas yang tinggi atau sering yang tidak wajar yang dilakukan untuk klien atau Agen; • Pembayaran dalam jumlah besar untuk biaya makan atau hiburan dan biaya perjalanan yang berlebihan untuk pihak ketiga; • Tekanan yang dilakukan agar pembayaran dapat dilakukan secara tunai, dengan segera, atau sebelum jadwal; • Pembayaran yang dilakukan melalui negara ketiga yang tidak terkait dengan bisnis yang dilakukan; • Pertemuan pribadi yang dilakukan antara pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan public atau dengan pejabat publik; • Kurangnya transparansi dalam catatan pengeluaran dan akuntansi dari orang terkait atau pihak ketiga lainnya yang terkait; • Seseorang yang tidak pernah mengambil cuti bahkan saat sedang sakit, atau untuk liburan, atau bersikeras menangani sendiri klien atau hal-hal tertentu; • Keputusan tak terduga atau tidak logis yang diambil saat menerima proyek atau kontrak; • Proses yang lancar secara tidak wajar yang dilakukan individu yang tidak memiliki tingkat pengetahuan atau keahlian yang diharapkan; • Berangkat dari proses tender / kontrak yang wajar yang berlaku; • Hilangnya dokumen atau catatan yang berisi tentang pertemuan atau keputusan; • Prosedur atau pedoman perusahaan tidak diikuti; • Penolakan untuk menyetujui persyaratan larangan korupsi dalam perjanjian, dan • Laporan yang harus menyertakan seseorang dalam pemberitahuan, seperti Agen yang membual tentang koneksinya atau merekomendasikan bahwa perusahaan tidak menanyakan bagaimana ia bisa menyelesaikan berbagai hal. 3.2 Pembukuan dan Pencatatan yang Akurat Banyak pelanggaran suap dan korupsi global yang serius ternyata melibatkan beberapa tingkat ketidakakuratan pencatatan. Kami harus memastikan bahwa kami melakukan pembukuan, pencatatan dan pelaporan keuangan yang akurat di semua bisnis JMH dan untuk semua perwakilan pihak ketiga yang bekerja atas nama kami. Pembukuan, pencatatan, dan keseluruhan laporan keuangan kami juga harus transparan. Artinya, semua bentuk pencatatan tersebut harus secara akurat mencerminkan setiap transaksi yang mendasarinya. Catatan palsu, catatan yang menyesatkan, atau tidak akurat dalam bentuk apa pun akan berpotensi merusak JMH. 4. Di Mana Risiko Suap dan Korupsi Biasanya Muncul? Risiko suap dan korupsi biasanya terbagi dalam kategori berikut ini: 4.1. A. Penggunaan Perwakilan Pihak Ketiga Pihak ketiga memiliki definisi yang luas, dan dapat mencakup agen, distributor, konsultan dan mitra joint venture. Pihak ketiga terlibat dalam peluang yang menghasilkan penjualan dan mendapat renumerasi oleh atau melalui Penerjemah atas peluang tersebut. Sementara penggunaan pihak ketiga dapat membantu kami mencapai tujuan kami, kita perlu menyadari bahwa pengaturan ini dapat berpotensi mengakibatkan JMH berada dalam risiko yang signifikan. KEBIJAKAN; KONTRAK PIHAK KETIGA, berikut mencakup. • Penerjemah berharap bahwa Wakil Presiden akan melakukan penilaian yang baik dalam menentukan apakah pihak ketiga akan mematuhi aspek-aspek yang terkait dengan Kode Etik Penerjemah dan mematuhi kebijakan ini sebelum mencoba untuk melibatkan mereka. • Sebelum masuk ke dalam suatu kontrak atau hubungan bisnis dengan Pihak Ketiga1 mana pun, karyawan yang bertanggung jawab atas penunjukan harus melengkapi dan menyerahkan kepada Wakil Presiden berikut ini: - Rincian tentang pihak ketiga seperti lokasi, nomor pendaftaran pajak, dan, jika berupa perusahaan, tempat berdirinya perusahaan, dan setiap rincian yang tersedia tentang kepemilikan usaha tersebut; - Apakah pihak ketiga sebelumnya telah terlibat dengan Penerjemah; - Layanan yang akan diberikan dan apakah pihak ketiga akan terilbat dengan pihak ketiga lain atas nama Penerjemah. - Apakah pihak ketiga akan bekerja di negara yang sama tempatnya ditugaskan; - Alasan keterlibatan; - Rincian semua fee dan keuntungan yang diusulkan untuk dibayarkan kepada pihak ketiga dan setiap usulan syarat pembayaran yang lain; - Penjelasan mengapa biaya-biaya dan keuntungan tersebut sebanding dengan layanan resmi yang diberikan; 1 Termasuk tetapi tidak terbatas pada Agen, pengenal, dan konsultan. - Rincian rekening bank tempat fee akan dibayarkan kepada pihak ketiga; - Nama-nama pertimbangan perantara lain dan alasan pihak ketiga tersebut dibandingkan dengan kandidat yang lain; - Siapa yang direkomendasikan pihak ketiga, dan - Rincian hubungan antara pihak ketiga dan pejabat publik yang terkait. Wakil Presiden kemudian akan mempertimbangkan usulan tersebut dan melaksanakan pemeriksaan secara saksama lebih lanjut sebagaimana yang mereka anggap diperlukan sebelum mengkonfirmasikan apakah penunjukkan tersebut disetujui. Tingkat pemeriksaan yang saksama secara yang diperlukan untuk menentukan keputusan akhir, apakah persetujuan penunjukkan akan diberikan akan diinformasikan berdasar adanya "red flag" atau wilayah bahaya berikut ini: • risiko lokasi, seperti jika pihak ketiga tidak memiliki keberadaan secara fisik di negara terkait atau ketika bisnis dijalankan di negara dengan catatan korupsi yang buruk; • risiko transaksional seperti transaksi atau usulan penunjukan yang secara ekonomi tidak masuk akal atau yang samara-samar dan sulit untuk dimengerti; • risiko finansial seperti ketika pihak ketiga membutuhkan pembayaran tunai atau pembayaran lunak (offshore) atau pembayaran yang tinggi secara tidak wajar; • Risiko umum seperti kecurigaan akan hubungan dekat dengan pejabat pemerintah, dugaan korupsi sebelumnya, atau perilaku yang tidak etis, atau kurangnya keseimbangan proporsi antara pekerjaan yang diberikan dan fee. Para perantara dan mitra bisnis diharapkan untuk berpartisipasi dalam pelatihan yang tepat (yang setidaknya akan mencakup tinjauan tentang Kebijakan ini). 4.2. Keramahtamahan (hiburan) dan Hadiah Hadiah, hiburan, dan keramahtamahan meliputi menerima atau menawarkan hadiah, jamuan makan,atau kenang-kenangan penghargaan dan tanda terima kasih, atau undangan menghadiri suatu acara, fungsi, atau pertemuan sosial lainnya, sehubungan dengan hal-hal yang berkaitan dengan bisnis kami. Silakan mengacu pada Kebijakan Perjalanan, Hiburan, dan Kebijakan Biaya Penggantian Penerjemah. Banyak konsumen, suplier, dan mitra bisnis Penerjemah lainnya memiliki kebijakan yang membatasi pemberian keuntungan kepada karyawan mereka. Melanggar kebijakan konsumen, suplier, atau mitra bisnis lainnya, bisa merusak reputasi dan hubungan Penerjemah, serta berpotensi menyebabkan masalah perdata atau pidana. 4.3 Pemerintah dan Perusahaan yang Berafiliasi dengan Pemerintah Ketika diperkenalkan kepada konsumen potensial, pertama tentukan apakah mereka Pemerintah atau Perusahaan Yang berafiliasi dengan Pemerintah. Bisnis-bisnis seperti maskapai penerbangan, peralatan, perusahaan minyak, provider telekomunikasi mungkin merupakan milik atau dikendalikan oleh Pemerintah, secara keseluruhan atau sebagian, dan tunduk pada peraturan khusus. Biasakan dan ikuti aturan yang berlaku yang mungkin berlaku tentang mengikuti tender, melakukan penawaran, praktik kerja, kinerja kontrak, hadiah, dan hiburan atau hal-hal lainnya. Pahami dan patuhi panduan daerah lain dalam kebijakan ini seperti keramahtamahan dan hadiah serta pembayaran yang tidak sesuai. Ketika Perusahaan mempertahankan pihak ketiga untuk terlibat dalam Kegiatan Politik, Melobi atau melakukan interaksi bisnis (termasuk perizinan dan masalah pajak) dengan Pejabat Pemerintah atas nama Perusahaan, kolega yang mengawasi pihak ketiga harus mewajibkan pihak ketiga agar setuju untuk: • Mematuhi hukum dan peraturan yang berlaku • Mematuhi kebijakan ini • Mematuhi prosedur yang diterbitkan sesuai dengan kebijakan ini. Setiap kecurigaan akan terjadinya pelanggaran harus segera diberitahukan kepada Wakil Presiden departemen masing-masing dengan segera. 5. Kontrol Kolega yang ditunjuk harus untuk menyelesaikan pelatihan on-line2 (dalam tugas) tahunan dan mengetahui panduan yang tersedia, artikel, dan komunikasi baru yang diterbitkan tentang topik ini. Cakupan dan sifat pelatihan tersebut harus ditentukan oleh risiko yang dihadapi seorang karyawan tentang peran mereka dalam unitnya. Catatan semua sesi pelatihan yang telah selesai dilakukan oleh karyawan dan pihak ketiga disimpan dan dirawat oleh Manajer SDM. Semua keuntungan yang diberikan harus dicatat secara menyeluruh, adil, dan akurat dalam klaim biaya dan laporan kartu kredit perusahaan untuk tiap laporan 2 Pelatihan On-Line (dalam tugas) Bond Solo kartu kredit korporasi per Kebijakan Perjalanan, Hiburan, dan Kebijakan Biaya Penggantian lainnya. Pengontrol Keuangan Regional secara berkala akan memonitor kepatuhan terhadap kebijakan ini dan akan melaporkan semestinya kepada manajemen. General Manager operasional perusahaan atau Wakil Presiden Fungsional akan menyimpan catatan pada LINK yang menunjukkan persetujuan atau penolakan atas setiap permintaan untuk: • Pemberian wewenang keuntungan kepada Pejabat Pemerintah atau orang yang terkait • Pengecualian sesuai dengan proses Pengecualian • 'Pengecualian yang Tidak Semestinya' General Manager akan bertanggung jawab untuk mengikuti proses pemeriksaan secara saksama oleh perusahan operasi lokal atas keterlibatan Pihak Ketiga. 6. Definisi Lebih Lanjut 'Manfaat' - termasuk tetapi tidak terbatas pada uang tunai, hadiah, jamuan makan, hiburan, perjalanan, penginapan, mempekerjakan seseorang, memberikan pekerjaan atau mengontrak seseorang atau entitas, atau memberi sumbangan atau kontribusi untuk amal atau suatu partai politik. Memberikan manfaat bagi seseorang termasuk memberikan manfaat bagi orang lain atas permintaan orang tersebut. 'Meminta' - termasuk menyuruh seseorang untuk memberikan manfaat kepada orang lain bukan kepada dirinya sendiri. 'Menerima' - termasuk mengarahkan manfaat yang awalnya akan diterima diri sendiri, kepada orang lain. 'Pemerintah' berarti suatu pemerintahan; departemen, lembaga atau organisasi publik internasional atau lembaga semi pemerintah (seperti otoritas pelabuhan) ‘Perusahaan yang berafiliasi dengan Pemerintah’ - berarti setiap perusahaan yang dikontrol oleh Pemerintah, atau perusahaan yang di dalam perusahaan itu pemerintah yang memiliki saham mayoritas. 'Pejabat Pemerintah' berarti semua pimpinan, pejabat, atau karyawan, atau siapa pun yang bertindak dalam kapasitas resmi atas nama Pemerintah atau Perusahaan yang berafiliasi dengan Pemerintah. 'Kegiatan Politik' - berarti memberi kontribusi kepada atau meminta orang lain untuk memberi kontribusi , dukungan, tentangan, atau bahkan mengambil posisi dalam kampanye atau perkara-perkara politik.

transkripsi video

Melalui transkripsi video, transcribers menangkap semua percakapan di sebuah acara film atau TV dengan akurasi termasuk efek suara visual. Hal ini membantu penonton sepanjang dunia untuk mengikuti percakapan dengan benar. Pertama kali ketika Anda menonton pertunjukan film atau TV, Anda mungkin tidak dapat mengikuti percakapan tajam karena berbagai alasan. Tapi Transcriber video dapat menangkap semua percakapan akurat. Bahkan suara latar belakang dari sebuah acara TV atau film dapat ditranskripsi menggunakan transkripsi video. Sebagai contoh-visual dari gonggongan anjing dapat ditranskripsi sebagai 'anjing menggonggong', ini membantu orang tuli yang tidak akan dapat mengikuti efek suara atau percakapan yang terjadi di media visual. Hal ini membantu orang yang mengalami kesulitan menonton format audiovisual acara TV atau film dan kebutuhan untuk membaca transkripsi video untuk memahami konten yang lebih baik. Mengapa perlu transkripsi video? Video transkripsi melayani berbagai tujuan seperti-Produsen paling sering rangka transkrip profesional untuk memenuhi persyaratan penyampaian ketat dari jaringan yang akan ditayangkan program mereka. Juga transkrip berfungsi sebagai catatan tertulis yang akurat dari isi suatu acara termasuk dialog, identifikasi pembicara, referensi kode waktu dan di mana diperlukan kerja kamera. Ini transkrip video juga digunakan oleh para profesional bahasa kustomisasi sementara menerjemahkan isi sebuah program ke dalam bahasa lain. Video dari iklan, lagu, film, wawancara, serial Televisi, film, pendidikan akademik dan pelatihan ditranskripsi untuk berbagai tujuan. Transkripsi dari file-file video yang berguna untuk organisasi, sekolah, perusahaan media, universitas. Digital format video sangat nyaman, biaya efektif dan mudah digunakan. Format digital seperti mp4, WMV, Real media, waktu cepat membawa keuntungan yang lebih besar dalam merekam dan menyimpan data, yang lebih digunakan oleh pod kastor, kastor web dan pencipta video independen. Transkripsi dari format video digital yang sangat berguna untuk optimasi mesin pencari untuk kastor polong, kastor web dan transkrip video yang sangat dibutuhkan untuk para kreator video independen, media dan perusahaan produksi. Dengan memiliki video Anda upload yang ditranskripsi dan transkrip ke YouTube, Anda memberi Google informasi spesifik tentang konten video Anda. Ketika seseorang mencari frase yang disebutkan dalam video, Google akan dapat memasukkan video Anda di hasil pencarian dan bahkan dapat mulai bermain video pada titik di mana frase pencarian yang digunakan. Jaringan televisi, produsen independen, organisasi pendidikan dan perusahaan multimedia memerlukan video mereka untuk menjadi ditranskripsi sangat sering. Proses ini sangat membutuhkan profesionalisme untuk tingkat yang sangat tinggi. Konversi dari file video ke dalam transkrip dibaca harus dilakukan oleh profesional yang berkualifikasi tinggi transcriptionist.

PENERJEMAHAN MESIN

Seperti yang telah kita ketahui, penerjemahan mesin adalah penggunaan komputer dalam menerjemahkan teks dari satu bahasa ke bahasa yang lain. Penerjemahan dengan cara ini memiliki kelebihan antara lain kepraktisan penggunaannya, hasil yang cepat, dan rendahnya biaya yang diperlukan. Bandingkan dengan jasa penerjemah manusia yang disamping belum tentu tersedia setiap saat, juga perlu waktu untuk memproduksi hasil terjemahan dan juga biaya yang tinggi. Karena itu tidaklah mengejutkan jika saat ini penerjemahan mesin banyak sekali dipakai orang dan telah menjadi suatu kebutuhan. Sepertinya mesin penerjemah sedang perlahan-lahan menggeser profesi penerjemah manusia. Tidak heran para penerjemah profesional mulai merasa khawatir dengan keberadaan mesin canggih ini, yang bisa memunculkan hasil terjemahan dalam hitungan detik dan juga dalam beragam bahasa. Meskipun hasil terjemahan komputer masih banyak kekurangannya, teknologi memiliki kecenderungan untuk berkembang dan menjadi lebih baik. Apakah kekhawatiran para penerjemah beralasan? Benarkah suatu hari nanti seluruh pekerjaan terjemahan akan dapat diambil alih dan diselesaikan oleh mesin? Lihat saja sekarang, pekerjaan teller bank telah dapat diganti oleh mesin ATM, kasir oleh pemindai, bahkan telah tersedia peranti lunak yang siap menggantikan profesi pimpinan tingkat menengah (mid-level managers). Saya yakin jawabannya tidak. Untuk pekerjaan yang hampir murni mekanis seperti penghitungan dan pembayaran barang belanjaan, mesin kasir tentu cukup dapat melakukannya dengan baik. Namun, profesi akuntan tidak akan dapat begitu saja digantikan dengan mesin. Begitu juga, penerjemah manusia tidak akan pernah dapat sepenuhnya digantikan dengan komputer. Disini, saya akan coba merangkum beberapa kelebihan penerjemah manusia yang rasanya mustahil untuk dapat ditiru oleh sebuah mesin.  Pemahaman akan konteks situasi Sebuah kata atau kalimat bisa memiliki arti yang lain dalam situasi yang berbeda.  Pemahaman akan makna Makna tidak hanya berasal dari kata-kata, tapi juga dari banyak faktor lainnya seperti lingkungan sosial-budaya, nada/cara penyampaian, hubungan antara komunikan dan audiens, dll.  Rasa berbahasa Manusia dapat menangkap suasana dan nuansa suatu teks untuk kemudian menerjemahkannya dengan gaya berbahasa yang sesuai. Dalam menerjemahkan karya sastra misalnya, penerjemah tidak hanya menyampaikan pesan namun ia juga dituntut untuk mampu menerjemahkannya dalam gaya berbahasa yang indah dan sesuai.  Kreativitas Karena cara kerja mesin yang mekanis, hasil terjemahan pun seragam dan cenderung terdengar kaku. Contoh-contoh di atas memberikan peneguhan; para penerjemah tidak perlu takut profesinya diambil alih oleh komputer. Sekali lagi, mesin hanya dapat memproduksi arti dari bahasa asal ke bahasa target. Ia dapat menerjemahkan kata-kata namun tidak dapat menerjemahkan makna. Sementara dalam penerjemahan kita mutlak harus mengerti makna, bukan hanya arti dari kata-kata saja. Machines can never overcome true manpower. Jadi, penerjemahan mesin bukanlah suatu ancaman. Penerjemahan mesin harus dipandang sebagai sebuah alat yang berguna yang dapat memudahkan penerjemah dalam mengerjakan terjemahan dalam jumlah besar, yang bersifat monoton dan teknikal, dan tentunya hasil terjemahan perlu dibaca dan disunting Jika digunakan sesuai dengan proporsinya, mesin penerjemah dapat menjadi penolong yang sangat berharga bagi penerjemah profesional untuk menyingkat waktu, menghemat biaya dan mendapatkan masukan tentang variasi pilihan kata dan frasa dalam bahasa target.

TRANSKRIPSI MUDAH DAN GRATIS

Bagi Anda yang mengkhususkan diri di bidang transkripsi dan penerjemahan file audio dan video, tentunya selain kemampuan mendengarkan dan menerjemahkan yang bagus, Anda juga membutuhkan peralatan dan software berkualitas dan terjangkau untuk mempermudah proses transkripsi dan penerjemahan tersebut. Ada berbagai software transkripsi file audio dan video yang cukup dikenal luas di pasaran. Sebagian ada yang harganya selangit dengan fitur yang rumit dan ada pula yang harganya pas di kantong dengan fitur yang memang tidak terlalu banyak namun memadai untuk mengerjakan file audio / video standar. Ada pula versi gratisan yang fiturnya cukup terbatas. Salah satunya yang dapat Anda unduh di Internet adalah Express Scribe keluaran NCH Software. Anda dapat mengunduhnya dengan mengklik di sini. Setelah mengunduhnya, Anda disarankan untuk melakukan pengaturan di menu “Options” sesuai dengan kebutuhan transkripsi Anda. Untuk menyesuaikan kecepatan playback file audio / video, Anda dapat pergi ke menu “Playback” dan menyetel kecepatan playback serta rewind and fast forward yang dinyatakan dalam persentase (%). Jika Anda memiliki pedal kaki, Anda dapat pun dapat mengaturnya dengan fasilitas “Controller Setup Wizard”. Adapun “hot keys” yang dapat Anda gunakan adalah F3 untuk memutar file audio / video dengan kecepatan tinggi, F4 untuk menghentikan pemutaran file, F5 untuk membuka Express Scribe, F6 untuk memperkecil jendela Express Scribe, F7 untuk memutar ulang (rewind), F8 untuk mempercepat pemutaran, F9 untuk memutar file, F10 untuk memutar file dengan kecepatan sebenarnya, F11 untuk memutar file dengan kecepatan lambat. Sebagai langkah awal, Anda dapat memuat file audio / video dengan mengklik “File” > “Load Dictation File(s) atau memuat Audio CD track (apabila dalam bentuk kepingan CD) dengan mengklik “File” > “Load Audio CD track(s)”. Setelah dimuat, kini Anda dapat mulai mengerjakan file audio / video tersebut dengan mengetik transkripsinya di kolom kosong yang tersedia di antarmuka Express Scribe atau di file software pengolah kata (default: MS Word). Hasilnya dapat Anda simpan dalam file MS Word. Setelah transkripsinya lengkap, Anda dapat menerjemahkannya dengan CAT Tool pilihan Anda atau cukup menggunakan software pengolah kata biasa saja. Akhir kata, semoga uraian singkat di atas dapat mempermudah kehidupan Anda sebagai seorang transcriber professional.

Penggunaan kalimat pasif

Kesalahan tata bahasa di media televisi memang sering sekali terjadi dan paling banyak terjadi saat liputan langsung atau berita kilat. Biasanya si reporter (apalagi yang masih pemula) akan terlihat kebingungan menyusun kata untuk menyampaikan beritanya, apalagi jika waktu tayangnya dipanjang-panjangkan. Kalau sudah begini, akan keluar segala macam kesalahan tata bahasa dan penyusunan kata yang kadang-kadang menggelikan. Tebakan saya sih, tidak ada mekanisme umpan balik yang memadai, misalnya rekaman tayangannya diputar kembali, lalu kesalahan-kesalahan itu dibahas untuk diperbaiki bersama editor/ahli yang khusus ditunjuk, apakah cara seperti itu bisa dijalankan di televisi? Dengan istilah "lebih sering" di televisi berarti di media cetak juga terjadi, apalagi kualifikasi penggarap media cetak juga beragam. Ada yang bagus, biasa-biasa, dan ada juga yang rendah. Mengapa kesalahan kalimat di televisi lebih sering, karena deadline mereka sangat ketat sehingga sangat mungkin tak cukup waktu untuk mengedit. Dan, bila si reporter (pemula) harus bicara langsung di layar, menyusun kalimat yang baik adalah tantangan yang tidak mudah. Dulu saya berteman dekat dengan seorang reporter televisi swasta nasional, waktu saya bertugas di Jakarta 1995-1997, jadi bisa tahu tantangan yang mereka hadapi. Pergulatan antara kemacetan dan jadwal tayang berita misalnya. Pernah terjadi ada berita penting yang dimasukkan saat anchor sudah masuk ke ruang siaran dan tayangan berita secara langsung sudah dimulai pukul 15.00 sore. Gambar diedit dan naskah disusulkan ke ruang siar. Begitulah, tantangan yang dihadapi reporter televisi. Satu hal lagi, ada perbedaan pengelolaan kebahasaan di media cetak dan televisi. Di televisi, berita dibacakan atau disampaikan oleh anchor atau reporter dan pemirsa hanya mendengarkan sedangkan di media cetak bahasa langsung dibaca oleh konsumen atau pembaca. Dengan demikian, pengelola media cetak punya tantangan atau tuntutan lebih besar untuk menyajikan bahasa secara lebih baik, walaupun tentu saja kualitasnya beragam sesuai dengan kapasitas pengelolanya. Saya beberapa kali juga menemukan penggunaan bentuk aktif yang salah di media tulis. Ada satu contoh yang sekarang tampaknya bertambah umum. "Dalam penggerebegan itu menangkap seorang bandar ekstasi" Perbaikan kalimat ini: (1) Jadikan kalimat ini kalimat pasif. (2) Tambahkan subjek. Mungkin kalimat itu jalannya: ... polisi ...dalam penggerebegan itu menangkap seorang .. (Ibu tidak mendengar ... polisi ... nya). Kalau subjeknya sudah diketahui dan dianggap tidak perlu diulang, boleh saja subjek itu tidak dipakai namun untuk itu bentuk kalimat yang benar adalah kalimat pasif: Dalam penggerebegan itu seorang bandar ekstasi ditangkap. Atau, jika kenyataan ada yang ditangkap yang ingin ditekankan, maka yang ditekankan itu dapat diletakkan dimuka: Dalam penggerebegan itu DITANGKAP seorang bandar ekstasi. Kalimat ini masuk dalam kategori kalimat tanpa subjek (kesalahan yang sering dibuat). Dalam penggerebegan itu /polisi/ menangkap seorang ... Saya pikir mestinya juga "ditangkap", bukan "menangkap". Sepertinya memang penggunaan bahasa Indonesia di media massa kadang (atau sering ya?) tidak efektif dan keliru.

Ketidaksiapan jasa penerjemah lisan

Kita tidak dapat begitu saja menghakimi sang penerjemah lisan. Ada berbagai aspek yang perlu dipertimbangkan: (1) Apakah penyelenggara beranggapan bahwa penjurubahasaan itu pekerjaan yang sedemikian mudahnya sehingga siapa saja asal fasih dalam dua bahasa (misalnya Inggris Indonesia) pasti dapat dicomot untuk dijadikan penerjemah lisan? Apakah penyelenggara ingin menghemat biaya sehingga menggunakan penerjemah lisan dengan kemampuan pas-pasan? Atau, apakah penerjemah lisan yang digunakan adalah kenalan, sahabat dekat, keponakan, atau saudara dari sang penyelenggara? (2) Apakah penerjemah lisannya memang tidak siap? Tidak siap di sini dapat berarti tidak siap dari segi kemampuan maupun dari segi kesehatan. Bisa saja penerjemah lisan tersebut sebenarnya mampu tetapi kesehatannya membuatnya ia menjadi tidak mampu. (3) Apakah ada keterlibatan unsur emosi di sini? Ingat, bahwa topiknya menyangkut konflik agama dan etnis. Mungkin apa yang dibicarakan membuat penerjemah lisan yang bersangkutan merasa tidak nyaman, gerah, atau marah dan tertekan sehingga hal ini mempengaruhi kinerjanya. Emosi yang tiba-tiba menjadi labil tentu akan sangat mempengaruhi kinerja penerjemah lisan karena bagaimana pun juga, penerjemah lisan adalah juga manusia biasa. (4) Apakah reaksi berlebihan? Jika ia mengatakan penerjemah lisan tersebut salah, ia harus dapat membuktikan di mana letak kesalahannya. (5) Mungkin ada hal-hal lain yang tidak kita ketahui yang sesungguhnya terjadi di balik layar sehingga mengakibatkan terjadinya peristiwa tersebut. Janganlah gegabah menuduh, menyimpulkan, menghakimi atau menyalahkan sebelum mengetahui dan menganalisa fakta dan apa yang sesungguhnya terjadi. Sepertinya kita harus lihat "the overal picture", apakah karena jurubahasanya "under-qualified"-->pertanyaan berikutnya: how come? Yang sewa intepreter siapa? Apakah penyewa ngerti spek yg diperlukan atau jgn2 mereka juga penganut "now everyone can...(Be an penerjemah lisan) :) kemungkinan kedua: si pejabatnya yang lebay, we all know lah cem mana gaya bicara pejabat pemerintah :) :). Kalo masalahnya yang kedua, bahkan Thor of Asgard pun nggak akan bisa apa-apa. Mungkin di sini ada rekan yang hadir di sana? Atau mungkin kenal penyewa?

RINGKASAN, SADURAN, TRANSKRIPSI

RINGKASAN, SADURAN, TRANSKRIPSI by anindyatrans1@gmail.com Terkadang kita sulit untuk memahami ide sebuah tulisan yang panjang dan tidak jarang juga kita kemudian membuat ringkasan dari sebuah tulisan tersebut untuk membantu memahami ide-ide dari si penulis. Hal serupa juga dilakukan manakala kita ingin menyalin tulisan dalam bahasa lain atau karya tulis tertentu yang inti tulisannya ingin kita ketahui. Cara menyadur bisa menjadi sebuah alternatif. Meringkas, menyadur, dan mentranskrip memang memiliki kesamaan. Ketiganya masih berpatokan pada ide orang lain. Meski demikian, dalam hal mentranskrip, ada sedikit perbedaan. Kegiatan mentranskrip lebih kepada penyalinan bentuk lisan ke bentuk tulisan. Lebih jauh lagi tentang ketiga hal ini, diuraikan dalam tiga butir berikut ini. Meringkas Menyajikan sebuah tulisan dari seorang pengarang ke dalam sebuah sajian tulisan yang ringkas bukan hal yang mudah. Kita harus membaca dengan cermat dan memerhatikan ketika kita harus menuliskannya secara ringkas. Hal ini berkaitan dengan upaya kita untuk menangkap gagasan atau ide dari pengarang. Langkah meringkas bisa kita pakai untuk mengetahui maksud dan tujuan pengarang juga dalam rangka menyajikan sebuah tulisan ke dalam bentuk yang ringkas, padat, dan tetap berpatokan pada ide asli pengarang. Dalam hal ini, yang harus kita perhatikan dalam membuat sebuah ringkasan adalah mempertahankan urutan asli dari ide asli pengarang. Akan tetapi, jangan kita mencampuradukkan pengertian tersebut ketika kita akan membuat sebuah ikhtisar. Patokan akan kedua hal tersebut ada perbedaannya. Dalam membuat ikhtisar, kita tidak perlu mempertahankan urutan karangan asli dan tidak perlu memberikan isi dari seluruh karangan itu secara proposional (Keraf 1984: 262). Berikut akan kita bahas tentang batasan arti ringkasan. Ringkasan diartikan sebagai penyajian singkat dari suatu karangan asli tetapi tetap mempertahankan urutan isi dan sudut pandang pengarang asli. Sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proposional tetap dipertahankan dalam bentuknya yang singkat itu (Keraf 1984: 262). Dengan kata lain, ringkasan adalah suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk singkat. Lalu apa tujuan dari meringkas tersebut? Gorys Keraf mengemukakan bahwa membuat ringkasan dapat berguna untuk mengembangkan ekspresi serta penghematan kata. Latihan membuat ringkasan, menurut dia, akan mempertajam daya kreasi dan konsentrasi si penulis ringkasan tersebut. Penulis ringkasan dapat memahami dan mengetahui dengan mudah isi karangan aslinya, baik dalam penyusunan karangan, cara penyampaian gagasannya dalam bahasa dan susunan yang baik, cara pemecahan suatu masalah, dan lain sebagainya. Beberapa bentuk ringkasan di antaranya dapat berupa abstrak, sinopsis, dan simpulan. Dalam sebuah karya ilmiah (skripsi, laporan akhir, tesis, maupun desertasi), sebuah proses meringkas biasa disebut juga dengan abstrak (Widyamartana dan Sudiati 1997: 52). Abstrak atau ringkasan berdasarkan penjelasan Harianto GP (2000: 227) dimaksudkan sebagai memberikan uraian yang sesingkat-singkatnya tentang segala pokok yang dibahas. Ringkasan dalam sebuah karya ilmiah hendaknya meliputi dasar masalah, asumsi dasar, hipotesa, metodologi, data, sumber-sumber pengolahan, kesimpulan, dan saran-saran. Ringkasan dalam bentuk sinopsis biasa dilakukan pada buku seperti karya fiksi atau nonfiksi. Bentuk sinopsis merupakan salah satu bentuk ringkas suatu karya yang kiranya dapat memberikan dorongan kepada orang lain untuk membaca secara utuh (Djuharie dan Suherli 2001: 12). Sementara bentuk ringkasan yang lain adalah simpulan. Simpulan adalah bentuk ringkas yang mengungkapkan gagasan utama dari suatu uraian atau pembicaraan dengan memberikan penekanan pada ide sentral serta penyelesaian dari permasalahan yang diungkapkan (Djuharie dan Suherli 2001: 13). Menyadur Sebenarnya, "menyadur" itu lain dengan menerjemahkan/ mengalih bahasakan . Istilah yang sekarang lebih umum digunakan adalah "adaptasi." Yang paling lazim, adaptasi dilakukan antar dua bidang seni, misalnya film yang ceritanya mengadaptasi sebuah novel. Dalam bidang sastra, bisa juga sebuah karya mengadaptasi sebuah cerita rakyat. Adaptasi prinsipnya adalah mengambil bahan pokok untuk dikembangkan. Detail ceritanya bisa sama sekali baru, bahasa ungkapnya juga harus lain. Jadi, cerita-cerita silat dari Hongkong dan Taiwan yang beredar dalam bahasa indonesia sama sekali tak bisa disebut adaptasi atau menyadur. Karena tak ada pengembangan cerita ataupun memakai bahasa ungkap yang sama sekali baru. Mereka tetaplah karya tejemahan. Istilah saduran yang sering ditempel di cover hanyalah sekedar akal-akalan agar terhindar dari gugatan hak cipta. Kembali ke istilah "menyadur", definisi resminya adalah: "menyusun kembali cerita secara bebas, tanpa merusak garis besar cerita, biasanya dari bahasa lain" (KBBI Edisi-II, Cetakan Ke-9, 1997, halaman 859). Apakah menyusun kembali hanya sekedar membolak balik susunan kalimat atau susunan peristiwa? Atau sekedar mengedit, mengurangi dan menambah? Kalau hanya itu, baru pantas kita sebut terjemahan bebas! Menyadur harus lebih dari itu. Harus ada sesuatu yang baru diluar cerita asli, "Tanpa merusak garis besar cerita". Pengembangan cerita tak berarti megubah garis besar cerita, misalnya kita tahu cerita garis besar cerita Sampek Engtai, tapi adegan pertemuan dan perpisahan mereka, detail percakapan mereka, bisa saja kita kembangkan sendiri. Mentranskrip Saat kita mendengar kata transkrip, pemahaman kita tentu akan mengacu pada penyalinan sebuah bentuk lisan ke dalam bentuk tulisan. Transkripsi menurut definisi Harimukti Kridalaksana adalah pengubahan wicara menjadi bentuk tertulis; biasanya dengan menggambarkan tiap bunyi atau fonem dengan satu lambang (2001: 219). Hal ini sesuai dengan pandangan J.S. Badudu bahwa terjadi sebuah penyalinan teks dengan huruf lain untuk menunjukkan lafal, fonem-fonem bahasa yang bersangkutan (2005: 351). Transkrip dalam hal ini sangat berguna, khususnya sewaktu kita akan membuat salinan, catatan dari sebuah pembicaraan ke dalam bentuk tertulis. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, transkrip artinya salinan. Mentranskrip berarti menyalin. Apa saja yang bisa disalin? Tentu bisa apa saja. Tetapi yang dimaksud transkrip pada tulisan ini adalah menyalin atau mentranskrip audio/video (suara/suara bergambar) kedalam bentuk teks tertulis. Audio disini adalah rekaman/suara yang terdokumentasikan dalam bentuk kaset/mini kaset maupun digital voice clip/sound clip dan video clip. Apa isi rekaman itu? Bisa hasil wawancara, diskusi, seminar, focus group discussion, pelatihan, pidato, sidang, film, video pendidikan, video pelatihan, video tutorial dan sebagainya. Direkam menggunakan alat perekam berupa cassette recorder, voice recorder atau video recorder dan tersimpan dalam kaset maupun format digital voice/sound clip dan video clip tersebut. Hasil transkrip biasanya berbentuk teks tertulis yang berupa tulisan isi rekaman. Hasil transkrip ini bisa bermacam-macam. Ada hasil transkrip yang betul betul ‘apa adanya’ artinya kata perkata ditulis bahkan situasi yang terjadi ditulis juga untuk menggambarkan situasi yang terjadi. Hasil transkrip ada juga yang mirip seperti hasil ringkasan sebuah acara/rapat, hasil resume, atau bahkan minuta rapat. Tetapi hasil transkrip ini tidak boleh ada pendapat/opini pribadi dari si penulis transkrip. Jadi betul-betul hanya ringkasan dari hasil acara tersebut dan berdasarkan pada apa-apa yang dibicarakan/diucapkan dalam acara tersebut. Hasil transkrip (dokumen tertulis) ini akan berbeda tergantung kebutuhan dan keinginan dari si pemilik rekaman ini. Misalnya hasil transkrip pelatihan, dipakai untuk melihat gambaran proses pelatihan dan materi yang disampaikan dan materi yang berkembang untuk dijadikan bahan evaluasi, perbaikan modul, pembuatan laporan dan lain sebagainya. Hasil transkrip FGD, seminar atau diskusi bisa dipakai sebagai bahan untuk melihat kembali materi acara dan menarik poin-poin kesepakatan dalam acara tersebut berdasarkan pokok pikiran seluruh pembicaraan pada acara tersebut. Hasil transkrip video pendidikan, video pelatihan, tutorial bisa dipakai sebagai bahan bacaan bagi si peserta agar lebih mudah mengikuti alur pendidikan dan bagi si pengajar bisa dijadikan sebagai panduan dalam mengajar. Hasil transkrip bisa dijadikan sebagai bukti tertulis otentik tentang suatu hal. Misalnya transkrip sidang skripsi, transkrip sidang pengadilan dan lain sebagainya. Merekam dan mentranskripkan sebuah acara itu penting agar setiap acara memiliki dokumentasi tertulis selain dokumentasi audio maupun video. Mentranskrip mirip dengan menotulensi tetapi tidak sama. Mentranskrip bisa dilakukan kapan saja dan bisa dimana saja selama bahan untuk ditranskrip ada. Jadi, bisa saja bahan itu bahan yang 1 tahun lalu, atau beberapa bulan lalu. Bahan tersebut kemudian ditranskrip misalnya sebagai antisipasi hilangnya data digital karena kerusakan komputer, kaset berjamur, video berjamur, dan lain sebagainya. Ada beberapa macam transkripsi mengacu pada Kamus Linguistik Harimurti Kridalakasana (2002: 219). Meskipun sangat kental dengan istilah-istilah linguistik, mengingat pentranskripsian memang dekat dengan kajian ilmu fonetik, pengenalan macam-macam transkripsi berikut ini tentulah menambah wawasan kita. Transkripsi berurutan, yaitu transkripsi fonetis dari teks yang berurutan dan bukan dari kata-kata lepas. Transkripsi fonemis, yaitu transkripsi yang menggunakan satu lambang untuk menggambarkan satu fonem tanpa melihat perbedaan fonetisnya. Transkripsi fonetis, yaitu transkripsi yang berusaha menggambarkan semua bunyi secara teliti. Transkripsi kasar, yaitu transkripsi fonetis yang mempergunakan lambang terbatas berdasarkan analisis fonemis yang dipergunakan sebagai sistem aksara yang mudah dibaca. Transkripsi impresionistis, yaitu transkripsi fonetis dengan lambang sebanyak-banyaknya yang dibuat tanpa pengetahuan mengenai sistem bahasa tertentu; transkripsi semacam ini biasa dibuat pada pengenalan pertama suatu bahasa. Transkripsi ortografis, yaitu transkripsi yang sesuai dengan kaidah-kaidah ejaan suatu bahasa. Transkripsi saksama, yaitu transkripsi fonetis yang secara cermat menggambarkan kontinum wicara. Transkripsi sistematis, yaitu transkripsi fonetis dengan lambang terbatas yang dibuat setelah si penyelidik mengenal bahasanya dan setelah segmen-segmen ujaran diketahui. Secara garis besar, bentuk transkripsi merupakan bentuk tertulis dari ucapan. Beberapa contoh bentuk transkrip, misalnya transkrip pidato, wawancara, atau keterangan pers. Proses tersebut, sebagaimna disebutkan Shaddily dan Echols, sama halnya dengan mencatat atau menuliskan hasil pembicaraan. Cara yang bisa dilakukan adalah dengan menuliskan kata demi kata dari suatu sumber untuk keperluan tertentu (biasanya direkam) pada radio perekam dan disalin dalam bentuk tulisan atau ketik. Sebuah cara penulisan dengan meringkas, menyadur, dan mentranskrip, di dalamnya mencakup cara menyajikan sebuah tulisan, pembicaran ke dalam bentuk tertulis yang tersaji secara ringkas. Sebuah bentuk ringkasan dari sebuah tulisan hendaknya tetap menekankan sisi konsistensi akan sebuah urut-urutan sesuai dengan ide atau gagasan pengarang. Begitu halnya saat kita menyadur, hal tersebut juga berlaku -- tetap mempertahankan ide dari naskah asli. Sementara mentranskrip lebih kepada upaya menyajikan sebuah bentuk lisan ke dalam tulisan. Penyajian hasil tulisan dengan ketiga bentuk tersebut ternyata dapat menjadi latihan yang baik bagi kita. Terutama untuk mempertajam pemahaman kita tentang karya asli. Tambahan lagi, kita akan menjadi lebih mencermati apa yang kita baca maupun dengar, tegas Keraf (1984:262) by anindyatrans1@gmail.com

Peran Jasa Penerjemah

Bahasa adalah sebuah sarana untuk masusia saling bertukar informasi satu sama lain. Namun hal tersebut hanya bisa berjalan dengan lancar jika kita bisa memahami bahasa yang dipakai untuk menyampaikan informasi tersebut. Disinilah peran jasa penerjemah sangat dibutuhkan untuk menjembatani perbedaan bahasa sehingga kita bisa membaca sebuah informasi yang berasal dari luar negeri dengan nyaman. Karena alasan itulah banyak berdiri perusahaan jasa penteremah di Indonesia. Pekerjaan seorang penterjemah bukanlah pekerjaan yang mudah seperti yang selama ini kita bayangkan. Selain penguasaan bahasa asing yang diatas rata-rata, seorang penterjemah yang handal juga harus bisa menguasai berbagai keahlian yang akan menunjang pekerjaannya sebagai seorang penterjemah. Beberapa keahlian tambahan yang biasanya harus dikuasai oleh seseorang sebelum membuka jasa penterjemahan diantaranya adalah: 1. Keahlian Menulis Seorang penterjemah dituntut untuk bisa menulis dengan baik. Keahlian menulis ini merupakan modal utama selain keahlian bahasa yang harus dikuasai oleh seorang penterjemah. Dengan keahlian menulis yang baik, seorang penterjemah bisa menyampaikan isi dari sebuah teks berbahasa asing ke dalam bahasa yang dituju dengan lancar dan enak dibaca. 2. Keahlian Istilah Dalam Beberapa Cabang Ilmu Pengetahuan Keahlian selanjutnya yang harus dimiliki oleh seseorang yang berniat untuk membuka jasa penterjemah adalah istilah. Seorang penterjemah harus selalu siap jika mereka diminta untuk menterjemahkan sebuah teks dalam topic tertentu. Beberapa bidang ilmu yang biasanya sering diterjemahkan adalah hukum, bisnis, ekonomi, budaya, teknik, kedokteran, dan lain sebagainya. 3. Pengetahuan Tentang Budaya Pengetahuan akan budaya asal bahasa asing yang dikuasai sangatlah penting. Pengetahuan akan budaya ini akan mebantu seorang penterjemah dalam membuat sebuah hasil terjemahan yang hidup dan enak dibaca. Kadang ada beberapa kata tidak resmi atau kata-kata slang hingga istilah populer yang tidak membutuhkan kamus melainkan pengetahuan budaya untuk bisa memahaminya. 4. Keahlian Penterjemahan Yang Baik Keahlian atau teknik penerjemahan adalah ilmu dasar yang harus dikuasai oleh para penterjemah. Pada dasarnya, proses penerjemahan bukan hanya sebuah proses alih bahasa semata namun juga ada transfer makna. Penterjemah yang baik harus bisa mengalih bahasakan sebuah teks dengan bahasa yang sederhana namun tetap tidak mengurangi makna yang terkandung dalam teks tersebut.

permasalahan di jasa penerjemah lisan

Berdasarkan fakta-fakta yang terjadi di lapangan, ternyata, ini seringkali diklaim bahwa jasa penerjemah lisan seringkali jasa penerjemah lisan tidak melakukan tugas sebagai translator yang sangat baik. Sebagai seorang jasa penerjemah lisan, saya secara konstan menggunakan beberapa jalan pintas, ketika menerjemahkan sebaliknya perlu menyelami perasaan untuk coba memahami apa yang dimkasudkan oleh sekumpulan teks atau bekerja kembali mengutarakan atau gaya terjemahan saya. Ini bisa diperdebatkan, pada sisi lain buku induk ini, bahwa jasa penerjemah lisan kurang condong pada melakukan perbaikan terhadap kata spesifik dan cenderung berkonsentrasi pada makna yang dimaksud penulis sebenarnya. Sepanjang seorang jasa penerjemah lisan terkait, beberapa isu yang muncul saat ini dimana mereka secara konstan harus meraihnya. Bagaimana jika anda berurusan dengan suasana humor atau pengambilan sumpah sebagai contoh? Dalam kedua kasus, isu secara jelas berhubungan dengan bagaimana anda beradaptasi dengan audien anda. Seorang jasa penerjemah lisan yang terkenal berkata: ia menceritakan kepada pendengarnya bahwa seorang pembicara baru saja telah membuat kejutan /lelucon yang tidak diterjemahkan dan mereka seharusnya tertawa untuk tetap membuatnya bahagia. Trik ini biasanya bekerja. Apabila saya bisa, saya lebih suka melakukannya dengan lelucon saya yang menakutkan. Aneh Bukan? Bagaimana kira-kira tanggapan klien saya? “Jaga lah perasaan, dan suara akan menjadi terkendali.” Sebagai contoh, ketika pada suatu saat saya menjadi jasa penerjemah lisan pada Pertemuan Tamu dari Prancis pada tahun 2006 lalu di kantor kami. Dari pihak tamu, membawa seorang jasa penerjemah lisan yang bisa menerjemahkan ke bahasa Inggris namun tidak menguasai bahasa Indonesia. Bahasa Inggrisnya cukup baik. Namun jasa penerjemah lisan ini ternyata bersantai-santai setelah istrahat minum kopi dan sekretaris tamu Prancis memberitahukan kepada kami. Ia mengucapkan dengan kata yang bagi saya cukup mengerikan: “ Hongrois [on croIt] que les interprètes hongrois ne sont pas revenus de la pause.” Saya bereaksi dengan berkata: “Are the France jasa penerjemah lisans there? Knock, knock. Anybody home? D’Artagnan?” (sengaja saya ucapkan nama seorang tokoh dalam cerita Three Musketer yang berkebangsaan Prancis). Ucapan itu saya tujukan kepada delegasi tamu Prancis dan Irlandia yang membalasnya dengan tertawa. Saya secara rutin telah bekerja sebagai jasa penerjemah lisan untuk kantor kami dan saya tahu dan dapat beradaptasi dengan beberapa delegasi yang berbahasa Inggris baik usia mereka di bawah atau di atas saya. Dengan kata lain, saya tahu bahwa mereka akan melucu. Selanjutnya , sejak pertemuan itu dilangsungkan selaman tiga atau empat hari, kami bersosialisasi dengan delegasi tersebut. Salah satu kalimat kunci dalam bahasa Prancis adalah “espace de dialogue social.” Terjemahannya dalam bahasa Inggris , yakni “social dialogue structure.” (struktur dialog sosial). Sangat diperlukan bahwa anda harus dapat menanamkan kepercayaan kepada kedua belah pihak bahwa anda memahami maksud mereka dengan baik. Dengan kata lain, semakin sering melakukan jasa penerjemah lisan dibandingkan penerjemahan tulisan, seorang jasa penerjemah lisans bisa mengenal orang-orang dengan siapa ia bekerja dan beradaptasi menurut output yang mereka harapkan. Dalam kasus pengucapan janji/ sumpah, sesuatu lebih mungkin terjadi ketika orang sedang berbicara dibandingkan ketika mereka sedang menulis, aturan utama bagi jasa penerjemah lisan adalah mengucapkan sesuatu dalam satu tingkatan lebih jelas dan mudah dicerna dibandingkan apa yang diucapkan oleh pembicara . Sekali lagi, singkatnya, ini semua tergantung pada audien. “Ini akan begitu menyenangkan jika sesuatu merupakan hal yang masuk akal untuk dilakukan perubahan.” Sama halnya dengan, kita juga bisa memandang masallah dari sis kemauan pembicara. Sebagai contoh jika seseorang pembicara mengucapkan sesuatu yang kurang sopan atau kurang baik di dengar oleh lawan bicaranya yang tidak memahami bahasa si pembicara, , sebagai seorang jasa penerjemah lisan, saya sebaiknya mencoba menyampaikan pesannya dengan sikap yang sopan , meskipun dengan melakukan itu mungkin perlu menerjemahkan agar dapat menghindari bahasa kelompok tertentu/ golongan politik dan setserusnya. Ini akan sama halnya dengan seorang penerjemah tulisan yang terikat pada penulisan teks yang buruk. Meskipun demikian, anda bisa mengalami suatu situasi dimana ia bisa dengan baik dengan maksud agar dapat mencerna bahasa dan memberikan hasil terjemahan lebih baik, namun malahan sikap ini membuat audien merasa bosan dan hanya menghabiskan waktu untuk memastikan audien dan pembicara yang dihadapinya agar tidak mulai mengajukan pertanyaan yang bisa menyulitkannya atau sulit untuk diterjemahkan olehnya. Ingatlah dengan kondisi yang terlalu berhati-hati ini, akan berbalik menjadi situasi yang tidak menguntungkan dan memojokkan diri anda selaku jasa penerjemah lisan.

kesalahan dalam menerjemahkan

Sejarah dunia khususnya Perang Dunia ke-2 (PDII) sudah pernah kita pelajari sebelumnya dari mulai SD sampai SMP. Tapi tahukah para pembaca yang mulia, jika pemboman di Hiroshima dan Nagasaki akibat salah terjemahan? Peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki pada Agustus 1945 terjadi karena kesalahan terjemahan. Pada Juli 1945, Amerika Serikat menerbitkan postdam declaration yang berisi tentang pilihan yaitu Jepang harus menyerah tanpa syarat atau akan diserang dengan kekuatan yang menghancurkan secara total. Jepang yang saat itu benar-benar terdesak, mengeluarkan pernyataan balasan berisikan “untuk sementara tidak ada komentar, kami akan memikirkan tawaran tersebut”. Celakanya, pernyataan “no comment” perdana menteri Jepang saat itu, Kantaro Suzuki yang diucapkan dalam bahasa Jepang “mokusatsu” diterjemahkan menjadi “kami tidak akan memperdulikan ultimatum sampah itu” oleh ahli bahasa dari Jerman saat itu. Seharusnya Penerjemah tersebut harus melihat situasi pada saat itu bukan hanya sekedar menerjemahkan kata saja. Akibat kesalahan terjemahan ini, Presiden Harry Truman marah dan 10 hari setelah pernyataan tersebut dikeluarkan, Hiroshima rata dengan tanah disusul Nagasaki 3 hari kemudian. Kesalahan pemilihan arti ketika menerjemahkan akan sangat fatal akibatnya pada level yang berbeda-beda. Menurut Torikai Kumiai, ahli penerjemahan Jepang, mungkin memang dalam bahasa Jepang pun arti “mokusatsu” memiliki dua arti yang aimai (bermakna bias) yakni “menolak” dan “tidak mau berkomentar dulu atau ingin berdiam diri sejenak”. Menerjemahkan itu bukanlah suatu yang mudah dengan hanya mengartikan kata demi kata, tapi juga harus memperhatikan aspek-aspek di luar itu, seperti melihat konteks, sikap penutur, dan lain-lain. Bayangkan dampak kesalahan terjemahan mengakibatkan ribuan manusia cacat, luka, bahkan meninggal. Analisis kesalahan merupakan bidang kajian yang masuk dalam payung linguistic terapan. Kajian ini sebenarnya bukan hal yang baru bagi para guru bahasa, karena hasil penerapan analisis kesalahan dimanfaatkan untuk memperbaiki proses belajar mengajar bahasa, baik untuk memperbaiki kesalahan yang dibuat pembelajar maupun untuk membantu guru menyusun strategi pembelajaran yang tepat. Brown (via Sanal, 2008) mendefinisikan analisis kesalahan (error analysis) sebagai ”the fact that learners do make errors and thes errors can be observerd, analysed and classified to reveal some thing of the system operating within the learner led to a surge of study of learners’errors called ‘error analysis”. Senada dengan itu Ruru dan Ruru (via Pateda, 1989) berpendapat bahwa analisis kesalahan adalah suatu teknik untuk mengidentifikasikan, mengklasifikasikan dan menginterpretasikan secara sistematis kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh si terdidik yang sedang belajar bahasa asing atau bahasa kedua dengan menggunakan teori-teori dan prosedur berdasarkan linguistik. Kesalahan biasanya ditentukan berdasarkan ukuran keberterimaan dari sudut pandang penutur asli. Dari kedua pendapat tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis kesalahan merupakan prosedur sistematis berdasarkan linguistic untuk menemukan dan mengklasifikasikan kesalahan yang tidak dapat diterima (dibenarkan) berdasarkan kaidah bahasa target yang dibuat oleh pembelajar bahasa (asing). Kesalahan dalam kajian analisis kesalahan dapat diklasifikasikan ke dalam 2 macam yaitu kesalahan (error) dan kekeliruan (mistakes). Kekeliruan terkait ketidakmampuan menghasilkan ujaran berbahasa yang tidak disengaja, kekeliruan bukan merupakan hasil dari kurangnya kompetensi berbahasa yang dimiliki pembelajar. Kekeliruan ini sifatnya ttidak sistematis, sehingga ketika pembelajar bahasa menyadari kekeliruan tersebut dapat segera memperbaikinya. Sebaliknya kesalahan (error) merupakan kesalahan yang dibuat oleh pembelajar bahasa bersifat sistematis yang disebabkan karena tidak memiliki kompetensi berbahasa yang memadai. Corder (via Sanal, 2008) mengatakan: Errors are deviances that are due to deficient competence (i.e”knowledge” of the language, which may or may not be conscious). As the are due to deficient competence the tend to be systematic and not self correctable. Whereas “mistakes” or “lapses” that are due to performance deficiencies and arise from lack of attention, slips of memory, anxiety possibly caused by pressure of time etc. They are not systematic and readily indentifiable and self corectable. Kompetensi yang dimaksud di sini adalah kemampuan pembicara atau penulis untuk melahirkan bahasa sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakannya. Karena bahasa yang dihasilkan berwujud kata, kalimat dan makna, maka kesalahan yang perlu dianalisis mencakup pada tataran fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. (Pateda, 1989:34). Kegiatan penerjemahan merupakan keterampilan yang sulit. Penguasaan terhadap bahasa Inggris saja sebagai bahasa sumber atau bahasa Indonesia sebagai bahasa sasaran tidak menjamin kehandalan atau keterpercayaan terjemahan yang dihasilkan. Mereka mesti menguasai tata bahasa kedua bahasa. Perbedaan gramatika dari kedua bahasa ini jika tidak dikuasai secara baik tentu saja akan mengakibatkan kesalahan, (Machali, 2000). Misalnya, kaidah frasa bahasa Indonesia adalah D(iterangkan) dan M(enerangkan), seperti siswa pandai yang berpadanan dengan intelligent student karena di dalam bahasa Inggris berlaku kaidah MD. Interferensi bahasa ibu (native language) juga ikut andil dalam memberikan kesalahan dealam penerjemahan. Misalnya, seorang mahasiswa dalam menerjemahkan teks bahasa Indonesia ke dalam bahasa Inggris dipengaruhi oleh kaidah penulisan bahasa Indonesia, seperti expression yang ditulis dengan *ekpression. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kesalahan dalam penterjemahan akan sangat dipengaruhi oleh pengalaman, intelejensia dan daya pikir serta emosional dari sang penerjemah. Seorang penerjemah yang memiliki sertifikasi sebagai penerjemah tersumpahpun akan sangat mungkin untuk melakukan kesalahan elementer. Sehingga dengan fakta ini menunjukkan bahwa alih bahasa merupakan sesuatu yang cukup dan harus dimengerti bahwa hal tersebut harus dikembalikan pada orang itu sendiri. Mungkinkah seorang dengan background ilmu sosial mampu menerjemahkan secara tepat buku kajian teknologi misalnya. Tentunya hal ini patut menjadi perhatian bagi Pemerintah, bahwa disamping sertifikasi harus dipikirkan juga pentingnya pengelompokan kualifikasi penerjemah.

Teori & Praktek Penerjemahan

KONSEP MENERJEMAH Mengungkapkan makna tuturan dari suatu bahasa ke bahasa lain dengan memenuhi seluruh makna dan maksud tuturan itu. METODE, PROSEDUR, DAN TEKNIK Tahapan Proses Penerjemahan : METODE  PROSEDUR  TEKNIK PENGERTIAN • Metode merupakan cara penerjemahan nas sumber secara keseluruhan. • Prosedur merupakan cara penerjemahan kalimat yang merupakan bagian dari nas tersebut. • Teknik merupakan cara penerjemahan kata atau frase yang merupakan bagian dari sebuah kalimat. JENIS-JENIS PROSEDUR  Literal  Transfer dan Naturalisasi  Modulasi  Ekuivalensi  Budaya JENIS-JENIS TEKNIK PENERJEMAHAN  Transfer  Transmutasi  Substitusi  Sebagai Penjabaran Prosedur Transposisi  Reduksi  Ekspansi  Teknik Korespondensi  Eksplanasi  Sebagai Penjabaran Prosedur Transposisi  Teknik Deskripsi  Teknik Integratif TEKNIK PENERJEMAHAN SEBAGAI PROSEDUR TRANSPOSISI Transposisi merupakan proses penerjemahan yang berkenaan dengan perubahan aspek gramatikal dari bahasa sumber (BS) ke bahasa penerima (BP). Transposisi sebagai proses atau hasil perubahan fungsi atau kelas kata tanpa penambahan apa-apa. Transposisi merupakan bentuk-bentuk perubahan sintaksis dan kategori kata dari bahasa Arab (BS) ke bahasa Indonesia (BP). TEKNIK TRANSMUTASI Cara penerjemahan dengan mengubah pola urutan fungsi dan kategori dengan memindahkan tempatnya, baik dengan mendahulukan maupun mengakhirkan salah satu unit gramatikal. Dalam penerjemahan BA ke BI, pemindahan urutan ini terjadi pada pola S-P menjadi P-S atau sebaliknya. TEKNIK TRANSFER Cara penerjemahan dengan mengalihkan fungsi sintaksis, kategori, dan kata sarana dari BS ke BP. Sekaitan dengan penerjemahan BA ke BI, pengalihan itu dapat diterapkan terhadap pola S-P = P-S, P-S =P-S, KS+P = KS+P, N = N, FN = FN, V = V, Pro. =Pro., KS = KS, KS+KS = KS+KS, dan F = F TEKNIK REDUKSI Teknik penerjemahan yang dilakukan dengan cara mengurangi atau membuang unsur gramatikal dengan cara mengurangi atau membuang unsur gramatikal BS di dalam BP. Dalam penerjemahan BA ke BI, teknik ini tampak pada pengurangan pola P-S menjadi P dan pola P-(S) menjadi P. TEKNIK EKSPANSI Teknik penerjemahan yang ditandai dengan perluasan fungsi dan kategori yang disebabkan oleh deskripsi Makna BS di dalam BP. Dalam penerjemahan BA ke BI, penambahan terjadi dari P-S menjadi ke K-P-S, kategori A menjadi FA, dari N menjadi FN, dari V menjadi FV, dari V menjadi FN, dan KS (F) menjadi F. TEKNIK EKSPLANASI Teknik penerjemahan yang ditandai dengan mengeksplisitkan unsur linguistik BS di dalam BP, sebagaimana terlihat dari pola perubahan P-(S) menjadi S-P. TEKNIK SUBSTITUSI Teknik pengganti fungsi unsur kalimat BS dengan fungsi lain tatkala kalimat itu direstrukturisasi di dalam BP, sebagaimana terlihat dari pergantian P dengan K pada kalimat nomina BS yang berpola P- S. TEKNIK PENERJEMAHAN SEBAGAI PENJABARAN PROSEDUR EKUIVALENSI Pertama, ekuivalensi merupakan tujuan atau produk dari proses penerjemahan. Dengan kata lain ekuivalensi adalah padanan yang paling wajar antara bahasa sumber dan bahasa penerima. Kedua, ekuivalensi merujuk pada salah satu prosedur penerjemahan sebagaimana yang dikemukakan Newmark (1988) bahwa prosedur ini digunakan untuk menerjemahkan kosa kata kebudayaan di dalam bahasa penerima dengan cara sedapat mungkin mendekati makna sebenarnya di dalam bahasa sumber. TEKNIK KORESPONDENSI Teknik penyamaan konsep BS dengan BP melalui penerjemahan kata dengan kata dan frase dengan frase, yang berlandaskan asumsi bahwa ada kesamaan antara keduanya. TEKNIK DESKRIPSI Teknik penerjemahan dengan menjelaskan makna kata BS di dalam BP seperti tampak pada perubahan kata menjadi frase atau frase yang sederhana menjadi frase yang kompleks. TEKNIK INTEGRATIF Pemakaian dua teknik sekaligus dalam mereproduksi makna BS di dalam BP. MASALAH PENERJEMAHAN DALAM BAHASA INDONESIA  Masalah Interferensi dalam terjemahan  Masalah Teoretis  Masalah Kosa kata Kebudayaan dan Metafora Masalah Teoretis 1. Kompleksitas proses penerjemahan 2. Keluasan wawasan penerjemah 3. Pencarian padanan yang wajar 4. Pemahaman budaya dua bahasa 5. Masalah grafologis Masalah Metafora Masalah metafora kata yang berhubungan dengan kebudayaan Secara umum, ada dua kelompok metode penerjemahan, yaitu metode yang memberikan penekanan terhadap bahasa sumber dan metode yang memberikan penekanan terhadap bahasa sasaran. A. Penerjemahan yang Berorientasi pada Bahasa Sumber 1. Penerjemahan kata-perkata (word - for - word translation) Umumnya metode ini digunakan sebagai tahapan pra penerjemahan. Hasil penerjemahan dengan metode ini mirip dengan terjemahan menggunakan mesin penerjemah. Contoh : Life is cheap in Indonesia" diterjemahkan menjadi "Hidup adalah murah di Indonesia." 2. Penerjemahan harfiah Metode ini masih kental sekali mengikuti bahasa sumber, sehingga dihasilkan terjemahan yang membingungkan (tak bermakna). Contoh : "It's raining cats and dogs" diterjemahkan menjadi "Hujan anjing dan kucing." 3. Penerjemahan setia (faithful translation) Metode ini mencoba mengalihkan makna kontekstual bahasa sumber tapi masih dibatasi oleh struktur gramatikalnya. Penerjemahan ini berpegang teguh dengan maksud dan tujuan bahasa sumber, sehingga hasil terjemahan kadang-kadang terasa kaku. Contoh : " Ben is too well aware that he is naughty" diterjemahkan menjadi "Ben menyadari terlalu baik bahwa ia nakal." Akan lebih terasa wajar, jika kalimat tersebut diterjemahkan menjadi " Ben sangat sadar bahwa ia nakal." 4. Penerjemahan Semantis (Semantic translation) Metode ini menghasilkan terjemahan yang lebih fleksibel dan kreatif dibandingkan penerjemahan setia. Penerjemahan semantis memperhatikan unsur estetika bahasa sumber (seperti bunyi uang indah dan natural). Contoh : "He is a book-worm", diterjemahkan menjadi "Dia (laki-laki) adalah seorang yang suka sekali membaca." B. Penerjemahan Berorientasi pada Bahasa Sasaran 1. Adaptasi (termasuk saduran) Metode ini mengutamakan isi dan mengorbankan bentuk teks bahasa sumber. Metode ini biasanya digunakan untuk penerjemahan drama atau puisi dengan mempertahankan tema, karakter dan alurnya; tetapi dialognya disadur dan disesuaikan. 2. Terjemahan bebas (free translation) Metode ini mengutamakan isi dan mengorbankan bentuk (tata bahasa, gaya bahasa maupun organisasi gagasan dalam teks." Contoh : Time, May 28, 1990 : "Hollywood Rage for Remark." Menjadi Suara Merdeka, 15 Juli 1990 : "Hollywood Kekurangan Cerita. Lantas Rame-Rame Bikin Film Ulang." 3. Terjemahan Idiomatis (Idiomatis translation) Metode ini menghasilkan terjemahan yang bentuk dan isinya mudah dipahami pembaca. Contoh : "Mari minum bir bersama-sama" diterjemahkan menjadi " I'll shout you beer." Bandingkan dengan terjemahan semantis : "Let me buy you a beer." 4. Terjemahan Komunikatif Metode ini menghasilkan terjemahan yang langsung dapat dimengerti baik aspek kebahasaan maupun isinya. Contoh dalam teks : thorns spines in old sediments. Jika ditujukan untuk kalangan ilmuwan biologi, maka kata spines diterjemahkan menjadi "spina." Tetapi jika ditujukan untuk orang awam, kata spines diterjemahkan dengan "duri."

Kamus Digital Solusi Penerjemah Inggris Praktis


Kamus Digital, Solusi Penerjemah Inggris Praktis by anindyatrans1@gmail.com
Bagi hampir seluruh kalangan masyarakat khususnya kalangan mahasiswa, mencari penerjemahinggris yang mampu membantu dalam hal penerjemahan ribuan kata yang bisa mencapai berlembar-lembar dan bertumpuk buku kini tak lagi menjadi masalah yang berarti. Hal ini tentu sangat bertolak belakang dengan kondisi kaum mahasiswa pada sepuluh atau dua puluh tahun lalu. Bayangkan saja, jika dahulu seorang mahasiswa harus mengartikan jurnal ilmiah atau textbook yang jumlahnya tak sedikit demi menempuh ujian akhir atau skripsinya. Sungguh perjuangan yang luar biasa, satu demi satu kalimat yang tercetak dalam bahasa inggris harus dirangkai menjadi salinan yang enak untuk dibaca. Hal ini tentunya tak lain berkat bantuan dari kemajuan teknologi yang semakin massive terjadi bahkan sangat pesat di lima tahun terakhir. Kamus atau penerjemah yang paling lazim digunakan pun tak luput mengalami dampak dari perubahan iklim teknologi dunia ini.
Dengan adanya kemudahan komunikasi dan akses dengan internet yang menghubungkan kita dengan dunia luas, kini setiap mahasiswa yang akan menerjemahkan textbook atau jurnal ilmiah bisa melakukannya hanya dengan menekan satu tombol klik. Tak perlu membawa kamus atau penerjemahinggris yang memiliki ribuan lembar tebalnya, hanya dengan mengunduh satu file kamus digital, maka segala kebutuhan tentang penerjemahan teks akan dengan mudah dilakukan.
Umumnya, layanan software penerjemah inggris ini dapat diperoleh dengan gratis. Cara yang dapat ditempuh untuk mengunduh layanan ini sangatlah mudah, cukup dengan memasukkan keyword yang berkaitan dengan kamus digital, maka dengan segera akan muncul sederet link yang akan mengarahkan anda menuju link download. Pengembangan kamus digital ini juga dapat dinikmati dalam berbagai jenis ponsel yang anda punyai, lebih minimalis, simple dan praktis. Selain itu, dengan adanya berbagai perkembangan teknologi utamanya di bidang penerjemah inggris ini, maka banyak hal yang diperoleh. Misalnya, anda akan sangat membantu dalam upaya penghematan kertas, selain itu juga akan menghemat pengeluaran karena tak perlu menganggarkan dana untuk membeli kamus yang tebal, cukup dengan mengunduh berbagai layanan kamus digital, solusi penerjemah inggris anda.

PENGGUNAAN BAHASA DALAM TERJEMAHAN

Bahasa sebagai komponen inti dalam komunikasi baik lisan atau tulisan hendaknya sangat diperhatikan dalam aplikasinya dan susunannya sehingga dapat menyampaikan maksud yang diinginkannya dengan baik. Hal ini tidak beda halnya dengan penyampaian suatu pesan atau berita dari pengirim atau pembawa pesan (message deliver) yang bertujuan untuk menyampaikan pesan melalui suatu media / sarana komunikasi , yakni bahasa yang bisa dipahami oleh kedua belah pihak (common language ) dan memastikan pesan tersebut dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh si penerima pesan (Message Receiver). Dalam bahasa tulisan sebagaimana yang merupakan problematika yang seringkali dihadapi oleh para penerjemah dalam tugas keseharian mereka, penulisan bahasa terjemahan yang tepat dan bisa dipahami oleh klien/ customer merupakan salah satu unsur utama yang hendaknya selalu diperhatikan. Secara kasa mata dapat dilihat bahwa bahasa yang sangat dipentingkan adalah bahasa hasil terjemahan (output language) baik dalam bentuk bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Belanda atau bahasa apa pun sesuai dengan permintaan klien. Namun, ada unsur penting lain yang hendaknya juga harus diperhitungkan oleh para penerjemah yakni kemampuan memahami dan menerjemahkan bahasa sumbernya (resource/ input language) . Kamampuan ini hendaknya senantiasa harus dilatih dan diasah oleh rekan-rekan atau calon para penerjemah, sehingga semakin lama bisa meningkatkan kemampuan menerjemahkannya terhadap berbagai naskah/ dokumen dari beragam disiplin ilmu atau bentuk naskah lain seperti novel, biografi dan lain-lain. Secara ringkas bisa disampaikan bahwa ada dua masalah utama yang dihadapi oleh setiap penerjemah yang masing-masing bagian harus dikuasai dengan baik, di antaranya adalah : 1. Kemampuan menerjemahkan bahasa sumber dan dapat menangkap dengan baik pesan atau makna yang terkandung di dalamnya. Untuk itu, penerjemah hendaknya bisa menguasai kosa kata dan struktur bahasa sumber yang baik sehingga mampu menyusun hasil terjemahan yang baik. 2. Kemampuan untuk menyusun kata-kata dalam output language dengan susunan bahasa yang baik dan mudah dipahami oleh klien. Yang dimaksud dengan bahasa yang baik adalah bahasa yang terdiri atas susunan kata-kata dan kalimat yang baik dan tidak harus sama persis dengan bahasa sumber. Untuk itu, setiap penerjemah harus mampun menyusun bahasa yang fleksible dan tidak kaku. Cara yang paling mudah coba anda baca kembali hasil terjemahan setelah anda selesai mengerjakannya, jika terasa masih anda kejanggalan dalam susunan kata dan kalimat lakukan perbaikan seperlunya. Kemampuan ini merupakan kemampuan yang paling penting dalam pekerjaan terjemahan karena hasil terjemahan lah yang akan dibaca dan dinilai oleh klien. Kesulitan pertama yang umumnya dihadapi oleh penerjemah adalah biasanya mereka bersikeras untuk menggunakan bahasa yang sama persis dengan bahasa asli atau sumbernya, karenan merasa kuatir akan menghasilkan bahasa yang berbeda jika tidak mengikuti dari bahasa sumbernya. Persepsi ini tentu saja keliru, karena masing-masing bahasa sumber memiliki struktur bahasa yang berbeda , oleh karena itu kita harus sebaik mungkin harus bisa menyesuaikan dengan struktur bahasa hasil terjemahan yang dikenal oleh orang secara umum. Penggunaan Bahasa Hukum/ resmi Beberapa jenis terjemahan pada dokumen tertentu seperti akte notaris, perjanjian jual-beli, kontrak perjanjian kerja dan lain-lain menggunakan bahasa yang resmi yang sudah baku. Coba anda perhatikan contoh berikut ini : On Today, Monday, 23 September 2000, both the appearer and their witness are standing before Public Notary to sign this Deed. Appearer di sini diterjemahkan sebagai Penghadap Public Notary diterjemahkan sebagai Notaris Deed diterjemahkan sebagai Akta Jadi secara umum, naskah di atas dapat diterjemahkan sebagai : Pada hari ini, Senin, tanggal 23 September 2000, kedua Penghadap dan saksi mereka menghadap Notaris Publik untuk menandatangani Akte ini. Kalau kita melihat, jika kita mencoba menerjemahkan secara harfiah atau apa adanya, maka beberapa kata seperti appearer mungkin kita menerjemahkannya sebagai : yang memunculkan atau yang membuat tampak, tentu saja jika dimasukkan dalam kalimat tersebut di atas akan tampak aneh/ janggal. Untuk itu, jika kita ingin meningkatkan kualitas terjemahan, saran saya bagi rekan-rekan penerjemah yang ingin meningkatkan kualitasnya menjadi penerjemah tersumpah, coba lah untuk belajar menerjemahkan naskah hukum. Caranya cukup mudah, coba lah menerjemahkan satu akta / perjanjian ke dalam bahasa Inggris. Jika sudah, coba anda bandingkan hasil terjemahan anda dengan akta yang berbahasa Inggris yang benar. Mungkin, disana, anda bisa menemukan beberapa kata-kata baru sehingga dengan demikian anda bisa melakukan beberapa perbaikan.

Penjajaran Dokumen

Pernahkah Anda berpikir bahwa semua dokumen yang pernah diterjemahkan dapat dimanfaatkan kembali? Kemungkinan Anda akan mengernyitkan dahi dan berkata “Buat apa?”. Hal ini dapat dimaklumi karena jarang sekali ada penerjemah yang rela meluangkan waktunya untuk mengubek-ubek file hasil terjemahan lama yang mungkin tidak ada kaitannya dengan dokumen yang sedang diterjemahkannya. Padahal, tumpukan file tersebut merupakan harta karun terpendam yang sangat berharga. Dengan membuat file dwibahasa dalam format TMX atau HTML, Anda tidak perlu bersusah payah mencari file yang mengandung kalimat atau alinea yang hampir sama dengan file terjemahan yang sedang dikerjakan. Terdapat beberapa perangkat lunak, baik daring maupun luring, yang dapat digunakan untuk menghasilkan file dwibahasa dimaksud. Salah satunya adalah fasilitas Align Documents yang disediakan oleh situs YouAlign.com. Dengan fasilitas tersebut Anda dapat membuat file dwibahasa dalam format TMX atau HTML yang nantinya dapat berfungsi sebagai bahan rujukan untuk dokumen yang sedang Anda terjemahkan. Sebelum Anda dapat mulai menggunakan fasilitas penjajaran dokumen di YouAlign.Com, Anda harus membuat akun terlebih dahulu. Caranya, klik tautan http://www.youalign.com/CreateUser.aspx yang akan membawa Anda ke halaman pembuatan akun baru. Lengkapi kotak isian yang ada, yaitu alamat e-mail, kata sandi, nama depan, nama belakang, perusahaan/organisasi, alamat pos, kota, propinsi/wilayah/negara bagian, kode pos, negara dan nomor telepon. Setelah berhasil melalui proses pembuatan akun baru, kini Anda dapat login ke akun YouAlign Anda dengan memasukkan alamat e-mail dan kata sandi yang telah diverifikasi. Faslitas penjajaran dokumen dapat diakses dengan mengklik tautan yang tersedia di beranda situs setelah Anda login, yaitu http://www.youalign.com/AlignDocs.aspx. Pada halaman Alignment Settings, Anda akan diminta untuk memilih file yang ingin dijajarkan. Ada dua jenis file yang harus dimasukkan, yaitu file sumber dan file sasaran. Anda juga diharuskan untuk memilih kode bahasa file sumber dan file sasaran. Sebagai contoh, jika file sumber dalam bahasa Inggris, maka pilih ENG. Jika file sasaran dalam bahasa Indonesia, maka pilih IND. Selain itu, Anda dapat mencentang kriteria pemfilteran segmen jika Anda mau. Terdapat 3 pilihan, yaitu 1) Tolak jika satu sisi segmen kosong, 2) Tolak jika kedua sisi sama, 3) Tolak segmen duplikat. Langkah terakhir adalah mengklik “Align Now*”. Adapun format file yang didukung oleh YouAlign, Anda dapat mengunggah file dalam format Microsoft Word, Excel dan PowerPoint, Adobe PDF, HTML, XML, Corel WordPerfect, RTF, Lotus WordPro dan teks polos. Besar file yang dapat diunggah dibatasi hingga sebesar 1 MB. Setelah kedua file berhasil diproses, Anda akan melihat tampilan pratinjau (preview) file terjemahan dalam bentuk tabel dwibahasa. Hasilnya dapat diunduh dalam format TMX atau HTML. Kembalilah ke beranda situs jika Anda ingin mengetahui data tentang jumlah penjajaran dokumen yang telah dilakukan sebelumnya dan yang dilakukan pada hari terkait. Jumlah maksimal penjajaran dokumen yang dapat dibuat per hari adalah 5. Jadi, Anda harus menunggu 24 jam untuk dapat melakukan penjajaran dokumen lebih banyak. anindyatrans1@gmail.com

Menerjemahkan Secara Manual Vs. Google translate

Penerjemahan google translate saat ini masih dimanfaatkan oleh banyak pemberi jasa penerjemahan profeisonal, baik perorangan maupun dalam sebuah lembaga, namun fungsinya lebih pada alat bantu ketimbang metode utama. Alat penerjemahan google translate telah dirancang sedemikian rupa sehingga mampu menghasilkan terjemahan secara garis besar yang kemudian dapat disunting oleh si penerjemah sendiri maupun tim editor khusus di sebuah jasa penerjemah bahasa atau lembaga penerbit. Alat penerjemahan google translate terutama sangat membantu dalam hal penerjemahan teks yang menggunakan banyak bahasa formal, apalagi dengan dihadirkannya versi-versi baru dari tiap alat penerjemahan ini agar sesuai dengan perkembangan bahasa. Akan tetapi, alasan utama mengapa sebaiknya lebih percaya kepada sistem penerjemahan manual adalah karena perkembangan bahasa yang sangat pesat, terutama bahasa Inggris yang penggunaannya menyebar di hampir seluruh bagian dunia. Walaupun telah dikembangkan dalam banyak versi, berbagai alat penerjemahan yang telah dikembangkan masih belum bisa menyamai kemampuan otak manusia dalam memahami kekayaan bahasa. Selain itu, sistem penerjemahan secara manual juga relatif bebas dari kesalahan yang disebabkan oleh masalah teknis seperti korupsi data atau kerusakan sistem di saat-saat terakhir. Anda juga harus mempertimbangkan berbagai aspek penerjemahan yang menyangkut pertimbangan pemakaian kata-kata tertentu untuk berbagai situasi serta pengetahuan tentang penggunaan bahasa tersebut dalam kehidupan sehari-hari, sesuatu yang belum tentu bisa diikuti oleh alat penerjemahan google translate. Alat penerjemahan google translate juga tidak bisa memahami fungsi paraphrase alias penggunaan kalimat yang berbeda namun dengan makna yang tidak menyimpang dari kalimat aslinya, yang bisa beresiko menimbulkan pengulangan yang tidak efektif dalam naskah hasil terjemahan. Seorang penerjemah yang baik dan berpengalaman dapat menghasilkan terjemahan yang lebih bermutu dengan metode manual ketimbang berbagai alat penerjemahan yang sudah beredar saat ini. Oleh karena itu, dalam memesan layanan jasa penerjemah bahasa Inggris, sangat penting untuk memastikan bahwa si penerjemah mengutamakan sistem penerjemahan manual ketimbang penerjemahan google translate dengan menggunakan alat. Kalaupun terdapat alat penerjemah sebagai poin pemasaran, alat tersebut hendaknya hanya digunakan sebagai pendukung dalam proses penerjemahan dan bukannya metode utama. anindyatrans1@gmail.com